Media Prancis Bongkar Biang Kerok Kekalahan Les Bleus, Gelandang Real Madrid Jadi Sorotan Tajam

Laga Prancis Vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Sumber :
  • CHARLY TRIBALLEAU / AFP

VoxPop – Timnas Prancis yang dijagokan sebagai kandidat juara harus mengubur mimpi tampil di final Piala Dunia 2026 usai takluk 0-2 dari Spanyol pada babak semifinal.

img_title Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian Schengen, Ini Alasannya!

Kekalahan tersebut memicu gelombang kritik dari media Prancis, yang menilai lini tengah Les Bleus menjadi titik lemah paling mencolok.

Prancis asuhan Didier Deschamps kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat.

img_title Bentrokan Imigran di Ceuta, PM Spanyol Sebut Pemerintah Eropa Egois dan Memecah Belah

Pedro Porro Rayakan Gol ke Gawang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

Photo :
  • Anadolu via Reuters

Hasil ini membuat Les Bleus gagal melangkah ke final untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan runner-up pada edisi Qatar 2022. Kini, Prancis harus puas tampil pada laga perebutan tempat ketiga menghadapi tim yang kalah dari duel Inggris kontra Argentina.

img_title Ratusan Imigran Maroko Bentrok dengan Aparat Gegara Terobos Perbatasan Spanyol

Usai pertandingan, media-media Prancis, termasuk 'Foot Mercato', menyoroti buruknya permainan lini tengah Les Bleus. Sorotan utama mengarah kepada gelandang Real Madrid, Aurélien Tchouaméni, yang dinilai tampil jauh di bawah harapan setelah dipercaya tampil sebagai starter oleh Didier Deschamps.

Media tersebut juga mengkritik keputusan Deschamps yang mencadangkan Manu Koné, pemain andalan AS Roma yang tampil impresif saat menghadapi Paraguay di babak 16 besar dan Maroko di perempat final.

Menurut mereka, keputusan memaksa Tchouaméni kembali ke starting XI menjadi "kegagalan yang sangat fatal."

Bahkan sebelum pertandingan dimulai, status Tchouaméni sebagai starter telah menjadi perdebatan di Prancis. Setelah absen pada dua pertandingan sebelumnya melawan Paraguay dan Maroko, kondisi fisiknya dinilai belum berada di level terbaik.

Meski begitu, dalam konferensi pers jelang laga, Deschamps tetap menunjukkan keyakinan penuh kepada sang gelandang.

Keputusan tersebut justru berujung petaka. Koné, yang sebelumnya tampil solid berduet dengan Adrien Rabiot, harus duduk di bangku cadangan. Sebaliknya, Tchouaméni yang dimainkan sejak menit awal kesulitan menghadapi dominasi lini tengah Spanyol.

Penampilan gelandang Real Madrid itu bahkan disebut sebagai salah satu yang terburuk di kubu Prancis. Media lokal menilai performanya tidak mampu menandingi kualitas lini tengah Spanyol.

Media Prancis menyoroti bagaimana Tchouaméni kerap memperlambat tempo permainan dan beberapa kali melakukan kesalahan umpan. Kreativitas dalam membangun serangan yang selama ini menjadi ciri khas lini tengah Prancis nyaris tidak terlihat. Ia lebih sering turun sejajar dengan bek tengah dan hanya berperan dalam distribusi bola dari lini belakang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut