Melihat Tradisi Pacuan Kuda Gayo Berusia 1 Abad Lebih

Perlombaan pacuan kuda tradisional Gayo di Takengon, Aceh Tengah.
Sumber :
  • VoxPop/Dani Randi (Aceh)

Hingga peraturan pacuan kuda diubah, yang awalnya bertelanjang dada, pada zaman Ratu Belanda para Joki harus menggunakan baju dan arena dibatasi dengan rotan, agar kuda tidak keluar arena. Hingga saat ini lapangan Belang Kolak masih ada dan menjadi salah satu arena pacuan kuda tertua di kawasan Gayo Alas.

img_title Kejuaraan Piala Tiga Mahkota Seri I 2023 Banjir Dukungan

Pada zaman modern saat ini, pacuan kuda tradisional Gayo ini masih terjaga. Joki diharuskan tidak menggunakan pelana dan aturan wasit tidak boleh diganggu gugat. Kemudian, kuda yang digunakan ialah kuda asli Tanah Gayo.

Pemerintah setempat juga lebih mempertimbangkan untuk menjaga kelestarian kuda lokal, tanpa harus mengimpor kuda untuk bertarung di arena pacuan. "Kuda-kuda lokal ini sebenarnya kita lestarikan. Jangan sampai nanti kita fokus kuda luar sehingga kuda lokal akan punah. Itu yang kita tidak mau," kata Firdaus.

img_title Beda Fashion Show Ini diadakan di Tengah Lintasan Berkuda

Selain itu, kini pacuan kuda tradisional Gayo kebanyakan menggunakan joki cilik tanpa pelana sebagai penunggangnya. Mereka sebelum bertanding juga sudah mahir dalam memacu kuda. Apalagi mereka juga didukung oleh orangtua dan pemerintah setempat.

Perlombaan pacuan kuda tradisional Gayo di Takengon, Aceh Tengah.

img_title Dominan, Sulut Raih Juara Piala Presiden Kejurnas Pacu Kuda 2022

(VoxPop/Dani Randi)

Fisika Hafiz (13) misalnya, joki cilik ini mengaku sejak kecil ia sudah berkeinginan menjadi joki. Sehingga ia pun meminta kepada orangtuanya agar ia bisa berlatih menunggang kuda. Kedua orangtuanya pun merestui keinginannya.

“Enggak takut, karena memang sudah biasa. Saya ingin jadi Joki memang. Saya udah berlatih sejak setahun lalu,” ucapnya.

Pantauan VoxPop, dalam menyemarakkan Gayo Alas Mountain Internasional Festival 2018, masyarakat Gayo tumpah ruah menonton pagelaran ini. Yang pasti, pada akhirnya pacuan kuda menjadi tradisi dan bagian hidup dari rakyat Gayo.

Pacuan kuda ini memang selalu rutin digelar dua kali setiap tahun. Memperingati HUT RI dan HUT Kota Takengon. Berkunjung ke Tanah Gayo pastinya tidak akan lengkap jika tidak menyaksikan pacuan kuda tradisional Gayo. Dengan segala keunikannya, pacuan kuda adalah sebuah event perlombaan tradisional, di mana tradisi ini sudah dilakukan turun temurun sejak lama.

GMR kirim bantuan untuk korban bencana Aceh.

Akses Darat Terputus, GMR Kirim Bantuan ke Daerah Terisolir Tanah Gayo Aceh Pakai Helikopter

PT Gayo Mineral Resources (GMR) menegaskan sejak fase awal bencana di Aceh, telah mengerahkan Tim Tanggap Darurat internal.

img_title
VoxPop.co.id
16 Desember 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut