Pordasi Tinjau Pacuan Kuda Tradisional dan Joki Cilik di NTB
- KONI
VoxPop – Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) bersama Pordasi Pengurus Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meninjau langsung aksi joki cilik di pacuan kuda tradisional di Arena Pacu Lembah Kara, Desa Lapadi, Dompu, NTB.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Ketum PP Pordasi Triwatty Marciano, Ketum KONI Pusat Marciano Norman, Bupati Dompu Abdul Kader Jaelani, Dandim 1614 Dompu Letkol Kav. Taufik beserta jajarannya masing-masing.
Dalam proses yang dilakukan Senin 21 Maret 2022, Triwatty menemukan sejumlah fakta terkait pacuan kuda tradisional di wilayah tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sehingga akan dilakukan berbagai evaluasi demi kebaikan berbagai kalangan.
Triwatty mengamati sejumlah aksi joki cilik di pacuan kuda tradisional itu. Terdapat anak-anak setingkat SD, berusia 6-12 tahun melakukan eksibisi pacu kuda tradisional dengan arah berlawanan jarum jam. Satu kali berpacu, 8 Joki Cilik beraksi melintas arena sepanjang sekitar 1.200 meter.
Di antara para joki cilik ini, Triwatty menilai ada beberapa hal yang patut dievaluasi dan ditingkatkan. Seperti, sebagian sudah tertib menggunakan helm untuk melindungi kepala, namun sebagian lainnya belum. Helm masih menjadi opsional bagi Joki Cilik, belum sebagai syarat.
Pordasi tinjau pacuan kuda di NTB
- KONI
Seluruh joki cilik juga belum menggunakan seragam, apalagi body protector. Tak hanya itu, mereka juga tidak menggunakan saddle atau pelana dan juga sepatu. Sampai saat ini berpacu tanpa pelana merupakan kebanggaan bagi joki cilik sementara sepatu dianggap menyulitkan pengendalian.
Dengan menggunakan tongkat kecil, para joki cilik masih memecut kuda dengan keyakinan dapat memotivasi kuda berpacu lebih cepat, padahal hal tersebut dilarang karena menyiksa kuda. Di tambah, beberapa kuda yang digunakan masih berusia di bawah 1 tahun, yang mana ketentuan minimalnya 2 tahun.
Secara pertandingan, para joki cilik terbilang kerap berlaga. Setiap minggu, joki cilik dua kali latihan. Tak jarang pemilik kuda memberikan apresiasi atas kinerja joki cilik yang telah memacu kuda mereka.
"Perlahan tapi pasti, perbaikan harus dilakukan. Merujuk hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pordasi 2022, telah disetujui adanya beberapa Sub Komisi di bawah Komisi Pacu, salah satunya Sub Komisi Pacuan Tradisional yang akan mengakomodir pacuan kuda yang telah mengakar di masyarakat," ucap Triwatty.
