5 Penyebab Karyawan Pilih Berhenti Kerja

Ilustrasi pria bekerja.
Sumber :
  • Pixabay/StartupStockPhotos

VoxPop – Di mana pun Anda bekerja pasti pernah mengalami stres hingga frustrasi. Ketika berada dalam kondisi tersebut, hal yang paling ingin dilakukan seorang karyawan adalah resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan.

img_title 10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Sebenarnya banyak alasan yang melatarbelakangi karyawan akhirnya memutuskan hengkang dari tempat kerjanya meski telah berada di posisi bagus atau telah lama bekerja di perusahaan. Berikut ini lima alasan paling sering mengapa itu terjadi, seperti dilansir dari The Undecover Recruiter.

1. Gaji kecil

img_title Analisis Mendalam Aplikasi AI 2026, Teknologi yang Sedang Mengubah Cara Dunia Bekerja Lebih Cepat dari Perkiraan

Uang adalah salah satu alasan yang membuat karyawan meninggalkan pekerjaannya. Ketika perusahaan menawarkan gaji kepada karyawan di bawah standar pasar, maka perusahaan itu harus memiliki budaya yang cukup kuat untuk menjaga mereka bertahan karena karyawan akan lebih mudah untuk keluar jika dibayar murah.

2. Kurangnya peluang

img_title Bukan Malas, Ini 11 Alasan Mengapa Gen Milenial Semakin Sulit Bertahan Seharian Penuh di Tempat Kerja

Karyawan akan selalu mencari peluang untuk tumbuh dan berkembang dan itu sangat berlaku untuk generasi milenial dan Gen Z di tempat kerja. Bukan cuma mendapatkan gaji, karena mereka juga ingin tumbuh dan mengembangkan keterampilannya. Jika mereka tidak dapat tumbuh dan berkembang, baik dalam hal posisi maupun keterampilan, maka itu mungkin menjadi alasan perusahaan kehilangan sebagian karyawan paling menjanjikan.

Ilustrasi lelah bekerja.

3. Tak punya visi dan misi

Kadang-kadang karyawan kehilangan misi dan visinya terhadap apa yang mereka kerjakan. Mereka akan mulai bertanya pada diri sendiri apakah mereka benar-benar berkontribusi pada sesuatu yang berarti. Untuk sesuatu yang sebenarnya lebih besar dari diri mereka sendiri.

Kesadaran sering kali sulit untuk didefinisikan, itulah sebabnya penting bagi para pemimpin perusahaan untuk terus mengomunikasikan misi perusahaan kepada karyawan, dan peran apa yang sebenarnya mereka kerjakan. Dalam banyak hal, adalah tugas pemimpin untuk menjelaskan kenapa mereka harus terus bekerja di sini.

4. Kurangnya otonomi

Seberapa sering pemimpin perusahaan memberitahu karyawannya bahwa mereka akan menjadi bos mereka sendiri dan akan memiliki semua otonomi untuk melakukan pekerjaan mereka dan mendorong bisnis ke depan? Namun dalam prosesnya justru masih diintervensi.

Bayangkan memiliki peran yang sudah sangat menegangkan, ditambah dengan pertengkaran dan omelan, itu sudah pasti terdengar buruk, bukan?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut