Gadis 5 Tahun Jago Ukir Sayuran, Ada Alasan Pilu di Baliknya

Liu Limei
Sumber :
  • Kuaishou

Sadar akan situasi sulit yang mereka hadapi, Liu Limei, yang saat itu berusia 5 tahun, mulai membantu ayahnya merawat saudaranya di bangsal. Untuk menghibur satu-satunya orang tuanya yang tersisa, dia sering berkata, "Ayah, jangan sedih. Kami akan mendengarkanmu dan bekerja keras untuk membayar utang ketika kami besar nanti."

img_title Timnas Indonesia Ditahan Imbang Singapura, Bagaimana Hitung-hitungannya ke Semifinal Piala AFF 2026?

Selama dua tahun terakhir, keluarga yang terpuruk ini tinggal di tempat tinggal sementara yang ditemukan melalui bibi Liu.  Untuk melepaskan sebagian beban dari ayahnya, Liu mulai membantu tugas-tugas rumah tangga ketika dia baru berusia 4 tahun.  Sang ayah juga berusaha mencari jalan keluar dari situasi keluarga yang sulit sambil tetap membawa anak-anaknya ke rumah sakit dengan bertani.

Mengikuti saran seorang pegawai toko bahan makanan, sang ayah mulai mengunggah video pendek tentang dua anaknya yang sakit di Kuaishou sejak 4 Juli 2018. Awalnya, videonya tidak menarik banyak perhatian.

img_title KPK Ungkap Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Tiga Kali hingga Dugaan Setoran Uang ke Pejabat Kemenhut

Suatu hari di awal 2019, sang ayah melihat bakat putrinya dalam memasak.  Liu Limei meniru ayahnya dan memotong dadu wortel. Kemudian, dia mengajari putrinya cara memotong makanan melalui panduannya dan video online.  Gadis kecil itu dengan cepat bisa memotong, mengiris, mencincang dan mengukir makanan seperti seorang profesional.

Sejak itu, Liu Guocheng mulai membagikan secara online video putrinya memotong bahan makanan. Sejumlah warganet pun terkagum-kagum melihat betapa terampilnya seorang gadis cilik dalam menggunakan pisau dan menata buah-buahan dan sayuran di piring.

img_title Sidang Perdana Dua Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18-19 Agustus

"Seperti seorang koki ahli. Seorang dewasa bahkan tidak bisa melakukan itu," kata seorang warganet.

Tidak sedikit warganet yang mengungkapkan simpati kepada gadis itu dan keluarganya.  

"Ketika beberapa anak baru saja belajar cara makan sendiri, anak-anak lain sudah belajar cara memasak untuk keluarga," kata seorang warganet lainnya.

Beberapa warganet pun mengambil tindakan untuk membantu mereka.  Pakaian, sepatu, mainan, dan makanan ringan dikirim ke rumah Liu.  Dua sumbangan amal berskala besar telah diadakan secara online untuk membantu biaya perawatan anak-anak itu, dan lebih dari 800.000 yuan atau sekitar Rp1,6 Miliar telah terkumpul.

Dengan bantuan orang-orang baik ini, Liu Limei akan kembali ke taman kanak-kanak. Gadis kecil itu juga berkata, "Saat saya punya cukup uang, Saya akan mengganti rumah untuk adik saya, rumah di mana tidak ada tikusnya."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut