Berpose Telanjang, Wanita Ini Ungkap Trauma Bekas Lukanya

Cecilia Adamao.
Sumber :
  • Metro.co.uk

VoxPop – Sepuluh tahun lalu, dua orang terbaring di rumah sakit sekarat. Salah satunya adalah saya, yang lainnya adalah orang asing yang akan menyelamatkan hidup saya," begitu kalimat yang dikenang remaja bernama Cecilia Adamao.

img_title Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Warga Diimbau Pakai Masker

Saat itu, orang tuanya pulang malam setelah menghabiskan hari di samping tempat tidurnya dalam perawatan intensif. Para perawat telah berusaha untuk menenangkannya saat malam meskipun ia jarang tidur, lantaran merasa kesepian dan tidak nyaman.

Meskipun ia berada dalam dukungan hidup penuh dan dipompa penuh dengan obat-obatan setiap jam sepanjang hari, ia tersadar sepanjang waktu.

img_title Hipertensi Sebabkan Berbagai Masalah Serius dari Stroke hingga Gagal Ginjal

Di malam selanjutnya, ia melihat hiruk-pikuk di sekitar ruang tidurnya, yang tidak biasa. Kemudian orang tuanya muncul, dan ia bisa merasakan sedikit kegembiraan, tentu yang tidak biasa di unit perawatan intensif anak-anak.

img_title Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak hingga Teknik Penanganan Terbaru yang Minim Radiasi

"Pertanyaan saya tidak ditanggapi sampai wajah yang saya kenal muncul di samping tempat tidur, yaitu Lynne, koordinator transplantasi saya. Dia berdiri berbicara dengan orang tua saya, dan saya menanyakan sesuatu yang belum pernah saya tanyakan sebelumnya: ‘Apakah ini jantungku, Lynne?" jelasnya waktu itu.

Dia tersenyum, tidak mengatakan apa-apa dan melanjutkan percakapannya. Malam itu, Cecilia merasa beruntung diberi napas untuk bisa hidup. Ia lahir dengan penyakit jantung serius yang disebut Atrioventricular Septal Defect with Left Atrial Isomerism, yang berarti ada lubang di antara bilik kedua sisi jantungnya.

Baca Juga: Gagal Jantung hingga Kematian, Bahaya Hipertensi Tak Dikelola

Blogger ini sempat menjalani operasi kecil pada usia enam bulan dan operasi bypass besar pertamanya pada usia dua tahun, tetapi ia relatif sehat sampai berusia sekitar delapan tahun. Selama beberapa tahun belakang, kesehatannya mulai memburuk karena jantungnya tidak berfungsi dengan baik.

"Menjadi lesu dan berjuang untuk mengikuti teman-teman saya. Saya harus melepaskan hobi favorit saya termasuk berenang dan menari, dan kualitas hidup saya mulai menurun. Bahkan menyelesaikan satu hari sekolah pun menjadi sulit," Cecilia menjelaskan.

Pada bulan April 2010, pada usia 10 tahun, tim jantungnya memutuskan bahwa untuk operasi jantung untuk ketiga kalinya untuk meningkatkan fungsinya dan mencoba serta meringankan gejala. Sayangnya jantungnya yang lemah dan buruk tidak dapat mengatasi perubahan besar yang dibuat dan ia malah mengalami serangan jantung pada malam berikutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut