Sejarah Lahirnya Hari Pramuka yang Diperingati Setiap 14 Agustus
Pada tahun 1920 tanggal 30 Juli hingga 8 Agustus, Jambore Dunia pertama kali diadakan. Kegiatan tersebut merupakan pertemuan besar antar para anggota pramuka di seluruh dunia yang dilakukan seperti berkemah bersama.
Jambore pertama tersebut diadakan di Olympia Hall, London, dengan jumlah peserta berkisar 8000 anggota pramuka yang berasal dari 34 negara yang berbeda. Dalam acara tersebut Baden Powell dinobatkan sebagai Chief Scout of the World atau Bapak Pandu Sedunia.
Tidak hanya itu, di tahun 1920 juga dibentuk Dewan Internasional Organisasi Pramuka yang beranggotakan 9 orang saja. Kemudian, London ditetapkan sebagai kantor kesekretariatan Pramuka sedunia. Namun pada tahun 1958 serta ke Geneva dan berpindah kembali ke Swiss pada tahun 1968.
Kepopuleran pramuka semakin melambung tinggi pada tahun 1922 saat Robert Baden Powell menerbitkan sebuah buku keduanya tentang pramuka yang berjudul ‘Rovering to Success' yang artinya ‘Mengembara Menuju Sukses’.
Kini, Biro kepramukaan sedunia putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan sedunia putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.
-
Perjalanan lahirnya pramuka di Indonesia
Gerakan pramuka di Indonesia dimulai pada tahun 1912. Berawal dari organisasi Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang kemudian berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padviders Vereeniging (NIPV) pada tahun 1916.
Melihat gerakan pramuka yang berada di Indonesia membuat tokoh-tokoh gerakan nasional bertekad untuk mendirikan Padvinders (Pandu) untuk anak bangsa.
Akhirnya terbentuklah Padvinders Indonesia seperti JPO (javaanse Padvinders Orgcmizatie), JJP (jong java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamftsche Padvinderzj), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), dan Padvinders Muhammadiyah yang kemudian berganti nama menjadi Hizbul Wathan atau HW.
Awal mulanya PAPI dibentuk (Persaudaraan Antara Pandu Indonesia) yang merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.
Namun, PAPI tidak dapat bertahan lama. Kemudian terbentuklah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij), PK-Pandu Kebangsaan).
