Kisah Mualaf Rusia, Dari Atheis, Dihujat Haram Hingga Nyaris Tewas
- Freepik/rawpixel.com
"Suamiku berasal dari keluarga yang sangat ketat. Yang tidak senang suamiku menikah dengan mualaf. Dan aku tidak dapat terhubung dengan siapapun. Dan secara tiba-tiba aku diserang dengan semua serba haram seperti kau tidak bisa keluar bersama teman, kamu tidak bisa minum, kamu tidak bisa berpesta. Maksudku ini aku percaya pada Tuhan tapi ini terlalu banyak bagiku dan membuatku kewalahan," curhat sang mualaf.
Di 6 tahun pernikahannya, ia merasa sendirian dan kesepian lantaran tak diterima oleh keluarga suami. Konflik dengan suami pun kian bertambah lantaran ia masih minim pengetahuan soal agama. Mereka pun bercerai dan ia mulai lalai menjalankan shalat hingga memutuskan keluar dari Islam.
"Aku mulai menjauh dari agama. Dan akupun tersesat. Aku sangat tersesat dan akhirnya kehilangan keluargaku. Aku merasa kehilangan semuanya. Di dalam aku masih ingin jadi orang baik tapi aku memutuskan berhenti shalat dan mulai melakukan yoga serta perdukunan," terangnya.
Murtad
Wanita berdoa.
Pendalaman akan perdukunan itu sudah cukup familiar baginya karena merupakan 'agama' leluhurnya. Ini berkaitan dengan roh dan semacamnya. Setelah beberapa tahun, ia mempelajari yoga dan berhasil menjadi seorang master sehingga mengajarkan yoga.
Namun, ia kembali merasa tak sejalan dan mulai membangun bisnis bernama amazon. Ia pun menghabiskan banyak waktu di belakang komputer dan menjalani olahraga di sela-sela kesibukannya. Kesuksesannya tak membuat ia merasa bahagia dan justru hidup terasa membosankan.
"Jadi aku mulai jual mobil dan melakukan pelelangan lalu bertemu dengan sekelompok orang yang menjadi temanku. Aku bersama mereka selama 1 tahun. Itu adalah hari-hari yang aku katakan era ketidaktahuan karena sekelompok orang itu baik terhadap dirinya tapi kejam pada orang lain," terangnya.
Teman barunya itu juga kerap mengajak berpesta dan melakukan kegiatan kriminal serta mengonsumsi narkoba. Mereka juga mengajaknya menjalani pertarungan tinju bahkan mengajarkan cara berperilaku kasar.
Singkat cerita, wanita Rusia itu merasa berada di titik untuk mulai berpikir lagi soal Islam. Ia pun menyadari telah pergi terlalu jauh yang membuatnya melakukan hal mengerikan dan mempertaruhkan masa depan.
