Cerita Bule Mualaf Dihina Habis-habisan oleh Sang Ayah
- YouTube Osmanli Media
Mendengar respons sang suami yang seperti itu, ibu Stijn kemudian membela sang anak. Lima menit kemudian sang ayah akhirnya berbicara lagi dengan Stjin.
"Dia berkata kepada ayah saya, 'Lihat, kamu seorang Atheis dan orang- orang Atheis mengklaim bahwa mereka menghormati semua agama. Tetapi jika anak saya beragama, kamu tidak bicara dengannya lagi. Jadi saya tidak akan berbicara dengan kamu sampai kamu berbicara lagi dengan putra kita’. Setelah 5 menit dia berbicara lagi dengan ibu saya, alhamdulillah" kata Stijn.
Tidak hanya dari keluarga, Stijn juga sempat dijauhi oleh teman-temannya setelah dirinya memutuskan menjadi mualaf. Meski demikian, teman-teman Stijn pun kembali kepadanya dan mengaku bahwa Stijn berubah menjadi orang yang lebih baik setelah menjadi mualaf.
"Beberapa dari mereka menjaga jarak, kemudian mereka kembali karena melihat bahwa saya tidak berubah. Saya tidak melakukan halal-h gila dan meledak. Tetapi mereka mengatakan bahwa saya malah berubah menjadi lebih baik. Jadi ya hari pertama agak canggung. Mereka mengambil jarak pas melihat saya, tetapi alhamdulillah sekarang semuanya baik-baik saja dan seperti tidak terjadi apa-apa bahkan mereka menghargainya," ungkap Stijn.
Kesulitan beribadah
Ilustrasi masjid.
- Freepik/wirestock
Lebih lanjut, Stijn juga mengungkap beberapa kesulitan beribadah yang dihadapinya setelah menjadi mualaf. Itu lantaran dia tidak memiliki pengetahuan tentang sholat, puasa hingga pergi haji.
"Yang paling kritis karena ketika seseorang menjadi muslim seperti yang kita bilang, apa yang paling penting pengetahuan anda tidak bisa beribadah kepada Allah tanpa memiliki ilmu. Kadi jika tidak ada pengetahuan, ada dua pilihan atau anda memiliki orang-orang yang sangat baik di sekitar anda dan hidayah dari Allah sehingga anda berjalan ke arah yang baik. Kebanyakan orang justru ke arah yang buruk karena kurangnya praktik dan pengetahuan. Dan mereka akan jatuh kembali ke tempat agama mereka sebelumnya,” jelasnya panjang lebar.
Untuk beribadah sholat misalnya, Stijn pun mulai melakukannya secara bertahap. Di mana Stijn menanaang dirinya dalam sepekan untuk menjalankan sholat satu kali, dan seterusnya.
