Beberapa Fakta Geisha Jepang
Pada saat banyak istri Jepang tidak diizinkan untuk berbicara dengan suami mereka secara setara, geisha dapat berbicara tentang banyak topik dan berbicara dengan mereka pada tingkat yang sama.
17 Simpul Sutra
Untuk melengkapi tampilan kimono, geisha mengikatkan sepotong sutra panjang di pinggang mereka yang disebut obi. Obi berukuran panjang 4 meter (sekitar 13,2 kaki) dan didekorasi dengan rumit.
Penata rias profesional yang dikenal sebagai kitsuke membantu geisha dengan kimononya dan mengikat simpul obi di belakang. Obi maiko memiliki panjang 5 meter (16,4 kaki) dan sering kali didekorasi lebih rumit daripada geisha.
18. Bisnis Wanita
Bahkan di masa awal geisha, rumah geisha dijalankan oleh wanita dan tanpa campur tangan pria. Setelah hutang mereka kepada ibu dibayar, seorang geisha bebas untuk bercabang sendiri dan menyimpan sebagian besar gajinya di luar biaya sponsornya.
19 Kantor Pendaftaran Geisha
Penggunaan pertama kata geisha adalah pada tahun 1750 oleh seorang pemain wanita dari wilayah Fukagawa, tetapi para pemain ini biasanya dianggap sebagai pelacur. Untuk memisahkan geisha dan pelacur.
Kemban diciptakan pada tahun 1779. Kemban adalah kantor pendaftaran geisha, dan pada tahun 1813, geisha secara resmi diakui sebagai sebuah profesi dan nama geisha mulai digunakan dengan semestinya.
20. Ide Sempurna
Seluruh citra geisha dibuat untuk mewujudkan cita-cita wanita Jepang yang sempurna. Dia cantik dan berbudaya dan menyerupai boneka. Untuk sebagian besar, dia seperti sebuah karya seni ada untuk dilihat dan dikagumi tetapi tidak untuk disentuh.
Menurut Jodi Cobb dalam artikelnya di National Geographic tentang geisha, "Bisnisnya adalah menjual mimpi kemewahan, romansa, dan eksklusivitas kepada pria terkaya dan paling berkuasa di Jepang".
