8 Hutan Paling Angker di Pulau Jawa, Ada Pasar Setan Hingga Kerajaan Jin
- U-Report
VoxPop Lifestyle – Beberapa hutan paling angker di Pulau Jawa mungkin belum diketahui sebelumnya. Hutan sendiri dikenal sebagai jantung kehidupan seluruh makhluk di dunia. Namun, di balik hal itu, tersimpan kisah mistis yang mengerikan hingga muncul cerita-cerita mistis di masyarakat.
Apalagi Pulau Jawa terkenal dengan adat dan budaya yang begitu kental. Salah satu cerita yang paling terkenal di Pulau Jawa adalah mengenai kerajaan gaib terbesar di hutan belantara. Nah, untuk kamu yang penasaran berikut ulasan selengkapnya yang dirangkum VoxPop.
1. Alas Purwo
Alas Purwo.
- U-Report
Hutan Alas Purwo memang dikenal dengan keangkerannya karena menyimpan banyak misteri. Hutan paling angker di Pulau Jawa itu berada di ujung timur Jawa tepatnya di Kabupaten Banyuwangi. Fungsi utama hutan tersebut adalah untuk hutan lindung dan beberapa spesies.
Tapi, di balik semua itu, Alas Purwo menyimpan misteri dan kisah mistis yang menyelimuti hutan tersebut. Konon katanya, Alas Purwo itu tempat berdirinya kerajaan jin terbesar di Jawa. Salah satu sosok terkenalnya bernama Gayatri yang berbentuk hantu perempuan.
2. Gunung Lawu
Gunung Lawu.
- U-Report
Gunung yang berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur itu memiliki misteri yang sudah menjadi rahasia umum di kalangan pendaki. Cerita mistis yang ada di hutan paling angker di Pulau Jawa itu merupakan pasar setan.
Pasar setan ini berada di dekat Hargo Dalem, salah satu puncak yang berada di Gunung Lawu. Seperti namanya, pasar setan tersebut tentu tidak kasat mata. Hanya orang-orang yang mempunyai kemampuan tertentu yang bisa melihat dan mendengar pasar ini.
3. Goa Jepang dan Belanda
Goa Belanda Jepang di Dago Pakar, Bandung
- Antara/ Lucky R
Goa Jepang dan Goa Belanda ini adalah salah satu dari beberapa tempat angker di Jawa Barat. Sejatinya, kedua goa itu berada di kompleks Taman Hutan Raya Juanda. Jumlah wisatawan yang datang ke tempat ini cukup banyak dan merasakan keangkerannya.
Awalnya, goa ini dipakai sebagai gudang senjata, tapi dipakai sebagai lokasi pembantaian masyarakat pribumi. Sebab itu, goa tersebut diklaim angker hingga kini. Konon katanya, wisatawan dilarang untuk mengucapkan kata “lada” saat berada di goa tersebut.
