Kisah Petugas Haji Khairun Naim, Melayani Tamu-tamu Allah Memberikan Banyak Kesan Indah
- MCH 2023/ Lutfi Dwi Pujiastuti
Selain menceritakan perasaan dukanya saat menjalani ativitas sebagai petugas haji, Pak Naim juga menceritakan pengalamannya menjalani tugas sebagai pelayan tamu Allah. Meski berdinas di Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, diakuinya bukan berarti setiap tahun iya ditugaskan menjadi petugas haji.
"Saya tidak tiap tahun juga jadi petugas haji, pertama saya tugas 2017, itu ditempatkan di sektor 5 Mekkah," kenangnya.
Berdasarkan pengalamannya menjadi petugas haji, banyak kenangan yang ia rasakan begitu indah ketika bersentuhan langsung dengan para jemaah Indonesia. Baginya, ditugaskan melayani tamu Allah di sektor memang berat tapi banyak hal yang membuatnya merasa terkesan.
"Sampai saat jemaah mau pulang naik bus, dadah dadah, itu air mata menetes tanpa terasa, paling berat paling berkesan."
Tugas kedua kalinya, lanjut Pak Naim, di tahun 2022, ia ditempatkan di Daker Mekkah sebagai sebagai pelaksana Bimbad, namun paling banyak bersentuhan dengan sesama petugas. "Jadi tidak langsung bersentuhan dengan jemaah, jadi kurang berkesan. Ringan dari sisi pekerjaan, tapi kesan ke jemaah itu kurang, jarang kita meneteskan air mata haru kalau ditugaskan di daker," ujarnya lagi.
Kasie Bimbad, PPIH Arab Saudi 2023, Khairun Naim
- VoxPop/ Lutfi Dwi Pujiastuti
Dan tahun ini, 2023, ketiga kalinya ia menjadi petugas haji ditempatkan di Bandara sebagai Kasie Bimbad. "Ini juga bersentuhan langsung dengan jemaah, dan ini lebih berkesan, dibanding dengan tugas di Daker Mekkah tahun lalu. Kenapa? karena langsung bersentuhan dengan jemaah meskipun hanya sesaat," katanya.
Yang paling berkesannya, kata Pak Naim, ketika ketibaan para jemaah di Bandara Jeddah. Banyak jemaah terutama jemaah lansia, turun dari pesawat ihramnya penuh dengan kotoran. Melihat hal itu, mau tak mau harus turun tangan membantu membersihkan badan dan menggantikan kain ihram nya.
"Kalau di bandara Madinah kan jemaah itu dari bandara ke hotel istirahat dan seterusnya. Tapi kalau di Jeddah, mereka tiba di Bandara Jeddah, langsung ke Mekkah menjalankan ibadah umrah, ini berkaitan dengan banyak hal. Bisa dilihat sendiri, bagaimana orang-orang tua itu, kain ihramnya belepotan kotoran, ibu-ibu tidak bisa membersihkan diri sendiri harus dibantu, harus digendong, harus didorong. Macem-macem deh, jadi ketika kita bersentuhan langsung dengan jemaah itu, dari sisi pekerjaan lebih berat tapi jauh lebih berkesan," katanya menceritakan.
