Habib Jafar: Pertanyaan Kapan Nikah dan Punya Anak Saat Lebaran, Sama Najisnya dengan Liur Anjing?

Habib Jafar
Sumber :
  • IG @husein_hadar

JAKARTA – Ajang silaturahmi saat Lebaran mungkin cukup menyenangkan bagi anak-anak. Lantaran mereka bisa mendapatkan THR dari orang dewasa yang sudah bekerja di keluarga mereka. Namun silaturahmi saat Lebaran bagi mereka yang sudah dewasa bisa menjadi mimpi buruk. Di momen silaturahmi tidak sedikit menjadi ajang untuk pamer pencapaian hidup masing-masing anggota keluarga.

img_title Kemenhub Sebut Inisiatif Sektor Transportasi Publik Indonesia Berhasil Raih Pengakuan Internasional

Tak hanya itu saja, hal ini juga bisa menjadi mimpi buruk bagi mereka yang belum menikah atau yang belum memiliki keturunan. Di momen ini, mereka akan mendapat pertanyaan 'kapan nikah?' atau 'kapan nih punya momongan'. 

Alhasil, tidak sedikit dari orang dewasa yang memilih untuk tidak mengunjungi sanak saudara atau bahkan memilih masuk kerja di hari Lebaran. Fenomena seperti ini juga ternyata menyita perhatian Habib Jafar.

img_title Inovasi Korlantas Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diganjar Penghargaan Menhub

Habib Jafar juga memberikan sejumlah pemahaman kepada mereka yang sering bertanya dengan pertanyaan seperti itu di saat Lebaran.

"Jangan paksa orang untuk menikah, jangan paksa orang untuk punya anak. Bahkan milikilah sensitivitas untuk tidak bertanya kapan nikah dan kapan punya anak khususnya saat Lebaran nanti," kata Habib Jafar dikutip dari tayangan YouTube Deddy Corbuzier.

img_title Habib Jafar Kritik Juri Ajang LCC MPR RI: Lombanya Cerdas Cermat, Jurinya Gak Cerdas!

Lebih lanjut diungkap oleh Habib Jafar terkait dengan pernikahan sendiri, memang Nabi Muhammad SAW mengatakan tidak ada paksaan dalam pernikahan baik perempuan maupun laki-laki. Habib Jafar mengungkap seseorang yang single dan ingin menikah, memang sudah siap untuk menikah. 

"Mereka harus menikah saat mereka siap menikah. Bahkan kalau mereka sekedar mau menikah jangan menikah, menikahlah saat mereka mampu. Kalau tidak, akan terjadi entah KDRT atau kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tuanya," ujarnya. 

Habib Jafar menambahkan,"Termasuk juga kalau kita belum siap secara parenting, bahkan mungkin secara fisik ibu nyakitin anak, ayah nyakitin anak itu mungkin fenomenanya minor atau sedikit. Tapi secara mental ibu dan ayah yang menyebabkan trauma kepada anak itu banyak sekali," sambungnya. 

Habib Jafar juga mengungkap perkataan dari Habib Umar bin Hafiz yang menyatakan untuk setiap orang memiliki sensitivitas terhadap orang lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut