Tak Ada Unsur Kekerasan atau Seksual, Kenapa Tiba-tiba Konten Ditake Down? Ini Jawaban Pihak TikTok

tiktok
Sumber :
  • istockphoto.com

Jakarta, VoxPop – TikTok menjadi salah satu platform media sosial yang cukup digemari di masyarakat selama beberapa tahun belakangan ini. Beberapa alasan diantaranya lantaran informasi apapun di TikTok jauh lebih cepat atau uptodate dibandingkan X.

img_title Ruben Onsu Buka Suara, Akui Selalu Jadi Pihak yang Minta Maaf Meski Merasa Tak Salah

Selain itu, platform TikTok juga banyak menyuguhkan konten video yang lebih menarik dan trendy dibandingkan platform media sosial lainnya. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Tak hanya itu saja, melalui platform media TikTok juga masyarakat bisa mengekspresikan diri entah itu melalui konten make up, konten dance challange atau konten mini vlog hingga konten travel.

img_title Telkom Perluas Pemanfaatan Pendidikan Digital, Lebih dari 718 Ribu Siswa Manfaatkan PIJAR

Namun pernahkah Anda mendapati ketika mengunggah video di TikTok atau bahkan mendengar keluhan konten kreator favorit Anda meluapkan kekesalannya lantaran konten mereka tiba-tiba ditake down oleh platform tersebut?

Ilustrasi TikTok.

Photo :
  • Istimewa.
img_title Fenomena Diskon Besar di Industri Game, Bagaimana Promo Digital Membentuk Kebiasaan Belanja Gamer Modern

Padahal jika ditelisik secara lebih lanjut, konten mereka tidak mengandung unsur yang menyimpang. Lantas mengapa demikian?

Terkait dengan hal tersebut, Communications Director TikTok, Anggini Setiawan angkat bicara. Pertama dan penting untuk dilakukan oleh pembuat konten adalah tidak menghapus konten mereka ketika video mereka ditakedown.

Pembuat konten juga bisa mengajukan fitur appeal atau banding ke pihak TikTok terkait kontennya. 

“Pertama kalau konten ditake down jangan langsung panik dan jangan langsung dihapus kenapa? TikTok menyadari bahwa kami sebagai platform bisa juga salah artinya menyediakan fitur banding,” ungkap Anggini Setiawan pada awak media dalam acara diskusi #SalingJaga bersama; Kenalkan Fitur Keamanan dalam Platform di kawasan Thamrin Jakarta Pusat, Kamis 7 November 2024. 

“Tapi fitur appeal atau banding tidak bisa diproses kalau videonya dihapus duluan. Sekarang kita selalu mengimprove user experiencenya, kalau dulu kita bilang konten ditake down karena melanggar guidce line kemudian kita kasih tau yang melanggar dimana, sehingga terus ada pembelajaran,” jelasnya.

Strategi Jitu Memilih Afiliator TikTok untuk Tingkatkan Penjualan di Era Digital

Photo :
  • istimewa

Anggini juga mengungkap TikTok sendiri menggunakan bantuan mesin untuk membantu filtrasi.

Mesin tersebut nantinya dilatih untuk melihat visual, memerhatikan gesture dan audio serta beberapa keywords tertentu terkait dengan konten-konten tertentu.

Namun sayangnya, karena mesin maka mereka tidak bisa menangkap konteks ataupun narasi seperti manusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut