Tak Ada Unsur Kekerasan atau Seksual, Kenapa Tiba-tiba Konten Ditake Down? Ini Jawaban Pihak TikTok
- istockphoto.com
“Kenapa terjadi hal-hal yang seperti itu? karena kita masuk ke dalam moderasi yang ada di TikTok. Aku sempat cerita moderasi kami itu kombinasi antara mesin dan manusia,” ucap Anggini.
“Setiap harinya ada jutaan konten yang diupload di TikTok, jadi kalau kita mau menghire seluruh populasi di Indonesia akan berat untuk memoderasi konten maka kami menggunakan mesin,” terangnya.
Strategi Jitu Memilih Afiliator TikTok untuk Tingkatkan Penjualan di Era Digital
- Istimewa
“Mesin ini dilatih, melihat visual, memerhatikan gesture, dan memperhatikan audio, kita juga memasukkan keywords juga,” .
“Tapi mesin tidak bisa berpikir dan tidak bisa menangkap konteks ataupun narasi. Jadi kalau ‘Oh konten saya ditake down karena ini’ ini belum tentu (benar) sampai benar-benar dilihat langsung oleh TikTok.” ujarnya.
Anggini juga mengungkap tidak setiap kasus video yang ditake down memiliki permasalahan yang sama. Sebagai contoh salah satu konten kreator bernama Felisya beberapa waktu lalu sempat viral lantaran mengunggah kondisi jalan berlubang di Lampung. Namun sayangnya konten tersebut ditake down oleh TikTok.
“Biasanya TikTok akan mengatakan kalau misal ada konten take down kemudian pengguna bertanya ‘kenapa’ aku tidak bisa comment karena itu benar-benar case by case,” kata Anggini.
“Contoh kreator kami waktu itu yang lagi marah pembicaraan di pemberitaan soal jalanan di Lampung yang masih jelek,” tuturnya.
TikTok
- Istimewa
“Kemudian Felisya bikin konten yang sebenarnya isi kontennya mengkritik pemerintah, kontennya kami take down, ya marahlah (Felisya). Dugaan awalnya saat itu adalah TikTok membungkam kreator, berpihak pada pemerintaah,” sambung Anggini.
Anggini kemudian menjelaskan setelah ditelaah lebih lanjut oleh timnya ternyata Felisya sempat menggunakan footage yang menunjukkan ada seorang anak menyebrang dan truk melintas bersamaan.
Hal tersebut kemudian terdeteksi mesin hingga membuat konten Felisya ditakedown secara otomatis oleh mesin tersebut.
“Setelah kami telaah, rupanya biasanya kreator bikin konten suka ambil video atau footage. Kebetulan footage yang dipakai Felisya ada anak nyebrang kemudian truk lewat. Nah mesin mendeteksi itu, terlepas dari mesinnya tidak bisa membaca ini kritik positif. Alhasil ketake down,” ujarnya.
