Sering Pakai Obat Kumur Picu Diabetes?

Ilustrasi obat kumur antiseptik
Sumber :

VoxPop – Obat kumur mungkin dapat membuat napas menjadi lebih segar. Namun, penelitian terbaru menemukan, pemakaian obat kumur setiap harinya, dapat memicu diabetes.

img_title Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

Dilansir dari laman Reader's Digest, The San Juan Overweight Adults Longitudinal Study (SOALS) melakukan survei terhadap 1.206 individu yang bertubuh gemuk namun non-diabetic dengan rentang usia 40 hingga 65 tahun. Terdapat 43 persen partisipan menggunakan obat kumur sekali sehari dan 22 persen menggunakan obat kumur dua kali sehari.

Namun, hasilnya cukup mengagetkan. Partisipan yang menggunakan obat kumur dua kali atau lebih per hari, berisiko lebih tinggi alami pre diabetes atau akan terkena diabetes dalam waktu tiga tahun ke depan. Sebab, obat kumur yang digunakan setiap hari, berdampak pada keseimbangan kuman di mulut sebagai pereduksi nitrate.

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

"Nitric oxide di dalam tubuh berperan pada fungsi insulin di tubuh. Obat kumur membuat keseimbangan bakteri terganggu, khususnya bakteri baik yang dapat menjadi pereduksi nitrat," ujar General and Cosmetic Dentist, Greg Gelfand.

Jadi, jika seseorang menggunakan obat kumur setiap hari, tubuhnya akan lebih sering alami peradangan dan memicu masalah pada insulin. Jika insulin semakin terganggu, tidak sedikit yang akhirnya memicu diabetes.

img_title Penderita Diabetes Tak Harus Berhenti Makan Karbohidrat, Ini 7 Pilihan yang Lebih Ramah Gula Darah

Dikatakan Greg, obat kumur sebaiknya hanya digunakan dua kali per minggu di pagi hari. Selain itu, pastikan Anda tetap mengonsumsi makanan penghasil nitrit seperti stroberi, rasberi, serta bayam dan selada.

Diabetes

Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul

Banyak pasien diabetes baru berobat saat komplikasi muncul. Dokter mengungkap penyebabnya, mulai dari keterlambatan diagnosis hingga rendahnya kepatuhan terapi.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut