3 Mitos Daun Jambu Biji untuk Kesehatan, No 2 Banyak yang Percaya

Jambu Biji.
Sumber :
  • Pixabay/Liza

VoxPop – Daun jambu biji selama ini dikenal memiliki banyak khasiat yang bermanfaat untuk tubuh. Salah satunya bisa menyembuhkan diare.

img_title Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

Meski demikian, ternyata banyak mitos yang beredar terkait dengan khasiat dan kegunaan daun jambu biji untuk kesehatan. Lalu, apa sajakah mitos-mitos terkait khasiat daun jambu biji yang sering dipercaya masyarakat?

Spesialis farmakologi, Dr. Lonah, Sp.FK menguak berbagai mitos keliru terkait daun jambu biji. Berikut beberapa rangkumannya dalam tayangan Ayo Hidup Sehat di tvOne, Jumat, 21 Desember 2018,

img_title Tak Perlu Diet yang Menyiksa, Ikuti Secara Konsisten Tips Mudah Menurunkan Berat Badan

1.Bisa turunkan berat badan

Banyak masyarakat percaya bahwa daun jambu biji mampu menurunkan berat badan. Namun, menurut Lonah, hal itu adalah mitos. Daun jambu biji, tidak dapat menurunkan berat badan. Ia menyarankan untuk melakukan olahraga jika ingin menurunkan berat badan.

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

2.Bisa mengatasi diabetes

Selain dianggap mampu menurunkan berat badan, banyak masyarakat yang juga percaya bahwa daun jambu biji bisa mengatasi diabetes. Tapi, lagi-lagi ini hanya mitos belaka. Menurut Lonah, hingga saat ini masih belum ada cukup data yang membuktikan efektivitas dari daun jambu biji bagi penderita diabetes.

3.Mengatasi jerawat

Dalam banyak pesan singkat yang beredar di masyarakat, disebutkan bahwa daun jambu biji bisa mengatasi jerawat. Namun, menurut Lonah, meskipun daun jambu biji mengandung antimikroba, tapi belum ada riset yang membuktikan bahwa daun jambu biji bisa mengatasi jerawat dan penyakit kulit lainnya. (tsy)

Diabetes

Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul

Banyak pasien diabetes baru berobat saat komplikasi muncul. Dokter mengungkap penyebabnya, mulai dari keterlambatan diagnosis hingga rendahnya kepatuhan terapi.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut