Mitos dan Fakta Seputar Diabetes Melitus

Ilustrasi pengecekan diabetes.
Sumber :
  • Pixabay/TesaPhotography

VoxPop – Penderita diabetes kini tak melulu hanya terjadi pada orang usia lanjut, tapi juga pada mereka yang masih dalam usia aktif. Hal ini tak lepas dari gaya hidup masyarakat zaman sekarang yang cenderung banyak diberi kemudahan. Dari kemudahan transportasi, memesan makanan, hingga makanan cepat saji bagi mereka yang sibuk.

img_title Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul

Meski sesuai dengan kehidupan modern, sayangnya dibalik kemudahan tersebut justru memperbesar kemungkinan seseorang terkena diabetes.

Banyaknya jumlah penderita diabetes di usia muda, turut diikuti berbagai mitos yang berkembang di masyarakat, di antara beberapa mitos tersebut, berikut ini beberapa penjelasannya, seperti disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr.dr. Ketut Suastika,SPPD-KEMD.

img_title Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

1. Pemeriksaan gula darah harus dilakukan setiap hari

Hal ini biasa dilakukan saat awal menggunakan insulin, sementara yang menggunakan pil tidak terlalu membutuhkan pemeriksaan setiap hari, kecuali dalam keadaan tertentu seperti hipoglikemia.

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

"Kecuali pada keadaan gejala hipoglikemia, gemetaran, lapar. Saat itu penting periksa untuk memastikan terjadi hipoglikemia pada kita, apalagi saat puasa. Kalau misal gejala demikian tapi bukan hipoglikemia bisa dilanjutkan puasa," ucap Ketut di Double Tree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, 26 April 2019.

2. Gula darah kembali normal tidak akan kena diabetes lagi

Ini tidak benar, karena hingga saat ini belum ada cara yang bisa menyembuhkan diabetes tanpa obat seumur hidup. Yang ada saat ini adalah mengobati termasuk dengan insulin yang bisa mengendalikan gula darah.

"Tidak ada istilahnya diabetes merdeka," ujarnya menegaskan.

3. Penderita diabetes boleh puasa

Penderita diabetes diperbolehkan menjalankan ibadah puasa tapi dengan memilih dan memilah, serta harus diperhitungkan risikonya.

"Sebenarnya orang diabetes diharapkan sebagian besar bisa puasa, kecuali orang tertentu yang pengendaliannya tidak baik, atau komplikasi beraneka ragam, seperti ginjal, hemodialisis, ya sudah korbankan (puasa) dengan menjalankan ibadah yang lain,” ucap Ketut. (ren)

Ilustrasi obesitas/kegemukan.

8 dari 10 Orang dengan Prediabetes Tak Sadar Mengidap Kondisi Ini, Kenali Ciri-cirinya Sebelum Terlambat

Sebanyak 8 dari 10 orang tidak sadar mengidap prediabetes. Kenali ciri ciri, faktor risiko, dan cara mencegahnya sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut