Sering Dipakai Diet, Ternyata Cuka Apel Punya Efek Samping Diabetes

Ilustrasi cuka apel.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa cuka apel memiliki beberapa potensi manfaat untuk kesehatan.  Namun, terlalu banyak mengonsumsi cuka apel juga menyebabkan efek yang tidak diinginkan.

img_title Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

Cuka sari apel adalah bahan umum dalam dressings, perasa, dan pengawet makanan.  Ini juga menjadi populer sebagai obat rumahan untuk sejumlah masalah kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cuka, termasuk cuka sari apel, memiliki potensi untuk membantu mengobati berbagai kondisi, termasuk obesitas, penyakit jantung, kanker, dan infeksi bakteri.

Tapi menggunakannya secara berlebihan juga berbahaya bagi tubuh. Berikut ini beberapa efek samping mengonsumsi cuka apel berlebihan. 

img_title Tak Perlu Diet yang Menyiksa, Ikuti Secara Konsisten Tips Mudah Menurunkan Berat Badan

 Kerusakan gigi

Sseorang dapat mengalami kerusakan gigi jika terlalu banyak mengonsumsi makanan asam. Seperti semua cuka, cuka sari apel bersifat asam.  Mengkonsumsi terlalu banyak makanan dan minuman asam dapat melemahkan enamel gigi dari waktu ke waktu, berpotensi menyebabkan kerusakan gigi.

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

Pada awalnya, orang mungkin tidak menyadari bahwa enamel gigi mereka rusak.  Ketika kerusakan semakin parah, gigi mungkin mulai terasa sakit atau menjadi sensitif terhadap makanan manis dan suhu panas atau dingin, menurut National Institute of Dental and Craniofacial Research.  Pada akhirnya, gigi bisa mengalami gigi berlubang yang membutuhkan penambalan.

Kalium rendah

Menurut Dr. Robert H. Shmerling, associate professor of medicine di Harvard Medicine School di Boston, MA, telah ada laporan tentang cuka sari apel yang menyebabkan atau memperburuk kadar potassium yang rendah.

Nama medis untuk kalium rendah adalah hipokalemia.  Seseorang dengan hipokalemia ringan mungkin tidak memiliki gejala apa pun.  Namun, hipokalemia sedang atau berat dapat menyebabkan kelemahan dan kelumpuhan otot, yang dapat memengaruhi banyak bagian tubuh.

Masalah gula darah dan diabetes

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cuka dapat memengaruhi cara tubuh mengatur kadar gula darah.  Namun, para ilmuwan tidak sepenuhnya memahami efek ini dan diperlukan lebih banyak penelitian. Siapa pun yang menderita diabetes harus berbicara dengan profesional medis sebelum mencoba mengonsumsi cuka tinggi.

Masalah gastrointestinal

Banyak orang merekomendasikan cuka sebagai bantuan alami penurunan berat badan.  Penelitian menunjukkan bahwa ini membantu memperlambat laju makanan meninggalkan lambung, yang dapat menekan nafsu makan dengan membuat seseorang merasa lebih kenyang lebih lama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut