Lebih Baik Mana, Minyak atau Mentega untuk Memasak?

Ilustrasi mentega
Sumber :
  • Pixabay/ponce_photography

VoxPop – Minyak goreng dan mentega menjadi salah satu bahan dapur yang wajib ada. Kedua bahan ini sering digunakan bukan hanya dalam membuat kue saja, tapi juga mengolah makanan dengan teknik digoreng.

img_title Harga Beras Naik Saat Bawang, Cabai, Telur hingga Daging Ayam Turun, Cek Daftarnya

Entah untuk membuat telur goreng, nasi goreng hingga menumis kedua bahan ini sering digunakan. Namun diantara minyak goreng dan mentega manakah yang paling baik untuk digunakan dalam mengolah makanan?

Dalam program Hidup Sehat, TvOne, Spesialis gizi klinis, dr. Feni Nugraha, MARS, M.Gizi, SpGK menjelaskan bahwa menggunakan minyak goreng dalam mengolah minyak bisa lebih menyehatkan dibandingkan dengan menggunakan mentega. Namun hal ini bergantung pada jenis minyak dan teknik pengolahannya.

img_title Harga Beras, Telur, Daging Ayam dan Sapi Kembali Naik, Cek Daftar Lengkapnya

"Minyak sendiri mengandung lemak jenuh dan tidak jenuh. Untuk menggoreng disarankan menggunakan minyak yang memiliki kandungan lemak jenuh tinggi karena akan stabil dan tidak mudah terurai kandungannya ketika diolah dalam suhu tinggi," kata dia.

Baca juga: Kasus Narkoba Catherine Wilson Akan Disidang di PN Depok

img_title Bahan Baku Minyak Goreng RI Sulit Tembus Pasar Eropa? Ini Penjelasannya

Dijelaskannya, minyak yang mengandung lemak jenuh yang baik untuk digunakan memasak adalah minyak sawit dan minyak kelapa. Di sisi lain, untuk mentega sendiri memiiliki kandungan 60 persen lemak jenuh, namun tinggi akan kandungan kolesterol.

"1 sdm mentega mengandung 11,5 gram lemak atau lebih rendah dibanding minyak yakni 13 hingga 14 gram lemak dalam takaran yang sama. Tetapi mentega mengandung 31mg kolesterol," tuutr dia.

Feni menjelaskan penggunaan mentega sendiri disarankan digunakan tidak untuk dipanaskan. Mentega bisa digunakan untuk dioleskan pada roti.

"Kalau mau digunakan untuk memasak bisa digunakan teknik tumis dengan suhu rendah tidak boleh lebih dari 175 derajat," ujarnya.

Pedagang Cabai di Medan saat penerapan PPKM Level 4.

Harga Beras dan Minyak Stabil Meski Cabai, Telur dan Daging Ayam Naik, Cek Daftarnya

PIHPS Nasional BI melaporkan, harga telur ayam ras naik Rp 50 menjadi Rp 29.650 per kg, diikuti harga daging ayam segar yang juga naik Rp 800 menjadi Rp 39.900 per kg.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut