Jangan Keliru, Ini 6 Mitos dan Fakta Terkait Kedelai

Susu kedelai
Sumber :
  • Pixabay/ bigfatcat

VoxPop – Kedelai bisa ditemukan dalam berbagai olahan makanan, seperti tempe, tahu, atau pun dimanfaatkan untuk dibuat susu. Rasanya yang lezat, tidak heran jika tanaman jenis polong-polongan ini sering dimanfaatkan untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan. 

img_title Tekan Impor, Mentan Amran Gandeng Akademisi Kembangkan Benih Kedelai Unggul

Tidak hanya itu, kedelai juga memiliki banyak kandungan yang menyehatkan lho. Antara lain, vitamin C, protein, folat, magnesium, kalsium, zat besi, fosfor, kalium, tiamin, dan masih banyak lagi. 

Tapi sayangnya, tak sedikit yang jadi enggan mengonsumsi kedelai karena banyak mitos yang beredar terkait kedelai ini, mulai dari menyebabkan alergi, jerawat, hingga menyebabkan kanker. Benarkah demikian? 

img_title Prabowo Pimpin Panen Raya Tebu hingga Kedelai Secara Serentak di Jawa Timur

Baca Juga: Kandungan Sehat Kedelai, Pangkas Berat Badan hingga Kontrol Gula Darah

Kacang kedelai.

img_title Tempe Tahu Makin Mahal, Pemerintah Kasih Subsidi Kedelai Rp 2.000 per Kilogram

Pakar Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Dr. Rimbawan, akan membeberkan seputar mitos dan fakta terkait kedelai ini. Yuk, kita bahas satu per satu. 

Sebabkan alergi? 
"Jika dibandingkan dengan kejadian alergi dari kacang, atau susu, ternyata, kedelai rendah jika dibandingkan dengan alergi terhadap gandum, ikan, telur, dan lain-lain," ujar Rimbawan saat Webinar bertema ‘Menebar Kebaikan Melalui Tulisan’, baru-baru ini. 

Baca Juga: Rajin Konsumsi Kedelai, Kamu Bisa Terhindar dari Kanker Payudara

Kacang kedelai.

Kesimpulannya, menurut Rimbawan, memang ada risiko atau kemungkinan alergi. Namun, jumlah atau proporsinya jauh lebih kecil dibandingkan produk-produk lain. 

Sebabkan kanker? 
"Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi produk kedelai berkaitan dengan peningkatan jumlah jaringan payudara pada wanita. Maka secara hipotesis, ini meningkatkan risiko kanker," kata dia. 

Nyatanya, pada sebagian besar penelitian yang sifatnya observasi, menunjukkan bahwa konsumsi produk kedelai malah dapat mengurangi risiko kanker payudara. Sedangkan pada data lain, beberapa penelitian terkait senyawa kedelai, termasuk isoflavon, juga berpotensi memiliki efek untuk mencegah kanker. 

Susu Kedelai.

Temuan lain juga memperkuat manfaat kedelai dalam mencegah kanker payudara. Kabar baiknya, wanita Asia lebih sedikit kejadian kanker payudaranya dibandingkan negara Barat. Salah satunya, karena konsumsi kedelai pada perempuan di Asia lebih tinggi, dibandingkan dengan di Barat. 

Baca Juga: 6 Tips Mengolah Tahu yang Belum Diketahui Banyak Orang

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut