Peneliti Kembangkan Metode Baru untuk Ungkap Pola Mutasi Virus Corona
- vstory
VoxPop – Para ilmuan diketahui telah mengembangkan metode untuk mengidentifikasi dan memberi label pada versi mutasi dari virus corona baru yang menyebabkan COVID-19 dengan cepat.
Metode tersebut diketahui menggunakan informasi dari basis data global informasi pengujian, yang dapat membantu dalam pengembangan terapi melawan virus corona tersebut.
Dijelaskan dalam jurnal PLOS Computational Biology, metode tersebut nantinya akan mengidentifikasi pola dari volume informasi genetik virus, dan dapat mengidentifikasi apakah virus telah berubah secara genetik.
Baca juga: Waspada Mom, Kematian Anak karena COVID-19 di Indonesia Tinggi
Menurut para peneliti, termasuk dari Drexel University di AS, metode tersebut dapat digunakan untuk mengkategorikan virus dengan perbedaan genetik kecil menggunakan tag yang disebut Informative Subtype Markers (ISM).
Dalam studi saat ini, mereka mengkategorikan sedikit variasi genetik dalam novel coronavirus SARS-CoV-2 dan menghasilkan label yang tersedia untuk umum bagi para ilmuwan di seluruh dunia.
"Jenis virus SARS-CoV-2 yang kami lihat dalam tes di Asia dan Eropa berbeda dari jenis yang kami lihat di Amerika," kata salah satu penulis studi dari Universitas Drexel, Gail Rosen seperti dikutip dari laman Times of India.
Baca juga: Vaksin COVID-19 dari Oxford Siap Akhir Tahun Ini?
Dijelaskan, bahwa mengidentifikasi variasi memungkinkan para peneliti untuk melihat bagaimana virus berubah saat berpindah dari satu populasi ke populasi lainnya. Metode ini juga, kata Rosen dapat menunjukkan kepada para peneliti area di mana jarak sosial berhasil mengisolasi COVID-19..
Saat virus menyebar
Menurut peneliti, ISM sangat berguna karena tidak memerlukan analisis rangkaian genetik lengkap virus untuk mengidentifikasi mutasinya. Selain itu, alat tersebut juga mengidentifikasi posisi tertentu dalam urutan genetik virus yang berubah bersama ketika virus menyebar.
Menurut para ilmuwan, dari awal April hingga akhir musim panas tahun ini, tiga posisi dalam urutan SARS-CoV-2 yang berada di berbagai bagian genom bermutasi pada waktu yang bersamaan. Mereka mengatakan salah satu bagian ini terkait dengan pembentukan protein lonjakan virus yang memungkinkannya masuk ke sel yang sehat.
