2 Penyakit Ini Jadi Faktor Risiko Penyebab Penyakit Ginjal Kronik

Ilustrasi ginjal.
Sumber :
  • wikybrew

VoxPop – Penyakit Ginjal Kronik atau PGK ditandai dengan kerusakan ginjal atau gangguan fungsi ginjal yang berjalan lebih dari tiga bulan. Menurut laporan globa ldi tahun 2020 lalu diketahui 1 dari 10 orang di dunia mengalami penyakit ginjal kronik.

img_title Kepergian Trisno PAS Band Jadi Pengingat, Ini 11 Gejala Gagal Ginjal yang Tak Boleh Disepelekan Kaum Adam

Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia, Ph.D., Sp.PD-KGH, menjelaskan bahwa dari data global itu juga diketahui bahwa 9 dari 10 orang tidak sadar memiliki gangguan ginjal.

"9 dari 10 orang tidak sadar punya gangguan ginjal karena pada tahap awal tidak dirasakan," kata dia dalam virtual conference jelang Hari Ginjal Sedunia, Rabu, 10 Maret 2021.

img_title Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

Lebih lanjut, Aida menjelaskan, untuk data pasien penyakit ginjal di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2013 dengan 2018. Di mana terjadi peningkatan dua kali lipat.

"Data Riskesdas 2013 prevalensi 2 per 1.000 penduduk Indonesia. Di tahun 2018, prevalensinya 3,8 per 1.000 penduduk atau naik 2 kali lipat. Di tahun 2006 PERNEFRI skrining berbasis populasi meliputi 12 ribu orang prevalensi penyakit ginjal kronik di Indonesia mencapai 12,5 persen," jelas dia.

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

Dijelaskan oleh Aida, dari data Indonesian Renal Registry, penyebab gagal ginjal terbesar adalah hipertensi sebesar 40 persen, disusul diabetik sebesar 26 persen.

"Data PERNEFRI konsisten, penyebab pertama hipertensi dan diabetes timbul komplikasi ke ginjal. Radang ginjal, penyakit bawaan infeksi turut kontribusi timbul gagal ginjal," ujar Aida.

Maka dari itu, kata Aida, penting bagi pasien hipertensi dan diabetes untuk mengontrol tekanan darah dan gula darah sepanjang waktu. Hal ini untuk mencegah terjadinya komplikasi ke organ termasuk ginjal.

"Banyak persepsi salah bahwa minum obat dapat merusak ginjal. Padahal obat hipertensi dan diabetes tidak merusak ginjal. Yang merusak ginjal adalah penyakitnya, bukan obatnya," kata Aida.

Diabetes

Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul

Banyak pasien diabetes baru berobat saat komplikasi muncul. Dokter mengungkap penyebabnya, mulai dari keterlambatan diagnosis hingga rendahnya kepatuhan terapi.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut