Puasa Berdampak pada Pencegahan Kanker?

Ilustrasi puasa.
Sumber :
  • Pixabay/Serdar_A

VoxPop – Saat ini umat muslim di tanah air tengah menjalankan ibadah puasa ramadhan. Puasa Ramadhan mewajibkan setiap umat untuk tidak makan dan minum mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. 

img_title Rambut Beruban Ternyata Bisa Jadi Tanda Tubuh Melawan Kanker? Ini Temuan Studi Terbaru

Bukan hanya sebagai bentuk ketakwaan, puasa juga diketahui dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini juga dibenarkan oleh spesialis onkolgi dari RS. Omni Alam Sutra, Dr.dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B (K) Onk. Salah satu manfaat dari puasa adalah menurunkan kolesterol.

"Puasa itu meningkatkan ketakwaan dan kesehatan. Dengan puasa lebih sehat, dan menurunkan kolesterol, obesitas, menjaga diri dan emosi," kata dia dalam virtual conference, PT Kalbe Farma, Cegah Kanker, Deteksi Dini sekarang Juga, Rabu 21 April 2021.

img_title Sambut Hari Anak Nasional 2026, Ada Buku Pendamping Psikososial Hadir untuk Menguatkan Anak Pejuang Kanker

Tidak hanya sampai di situ, Denni menjelaskan bahwa puasa berdampak pada pencegahan kanker. "Dampaknya terhadap pencegahan kanjee sangat positif jika dilakukan dengan rasa keikhlasan dan ketakwaan," jelas dia.  

Pernyataan Denni juga diketahui sesuai dengan sejumlah penelitian, dilansir dari laman Healthline, selama beberapa tahun terakhir, banyak penelitian telah diterbitkan yang menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat mengurangi faktor risiko dan membalikkan gejala kondisi kesehatan yang serius termasuk kanker.

img_title Hal-hal yang Bisa Dilakukan untuk Mendukung Anak Pejuang Kanker

Ilmu di balik puasa dan kanker
Penurunan berat badan hanyalah salah satu manfaat dari puasa untuk orang dewasa normal yang sehat (bebas penyakit).  Penelitian pada hewan baru-baru ini dan beberapa percobaan awal pada manusia telah menunjukkan penurunan risiko kanker atau penurunan tingkat pertumbuhan kanker.  

Studi-studi ini menunjukkan bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh efek puasa berikut: 

- Produksi glukosa darah menurun
- Sel punca dipicu untuk meregenerasi system imun
- Asupan nutrisi menjadi seimbang
- Peningkatan produksi sel pembunuh tumor

Dalam satu studi tentang pemberian makan yang dibatasi waktu selama fase 9-12 jam, puasa terbukti membalikkan perkembangan obesitas dan diabetes tipe 2 pada tikus. Obesitas merupakan faktor risiko utama kanker, yang mungkin mendukung puasa untuk mengobati kanker.

Studi kedua pada tikus menunjukkan bahwa diet meniru puasa dua bulan sekali mengurangi kejadian kanker. Hasilnya serupa dalam uji coba percontohan oleh ilmuwan yang sama dengan 19 manusia; itu menunjukkan penurunan biomarker dan faktor risiko kanker.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut