COVID-19 India Kian Mencekam, Kasus Jamur Hitam Capai 28 Ribu
- ANTARA
VoxPop – Gelombang kedua COVID-19 melanda dengan kurang dari 100 ribu kasus baru yang dilaporkan di India. Bukan hanya itu, kini negeri Bollywood itu sedang berjuang melawan ketakutan baru yakni mucormycosis, yang biasa disebut sebagai “jamur hitam".
Pakar menyebut bahwa mukormikosis, bukan disebabkan oleh jamur hitam, sebenarnya infeksi jamur langka dengan tingkat kematian yang tinggi. Infeksi ini memicu warna hitam di area yang sakit sehingga kerap disebut sebagai jamur hitam.
Dikutip dari laman Al Jazeera, pada hari Senin, 7 Juni kemarin, Menteri Kesehatan Harsh Vardhan mengabarkan kondisi yang kian mencekam. Pasalnya, Menkes India itu mengatakan negaranya telah mencatat lebih dari 28 ribu kasus infeksi jamur.
"Dari 28 negara bagian, kami memiliki sekitar 28.252 kasus mucormycosis sampai sekarang. Dari jumlah tersebut, 86 persen, atau 24.370 kasus, memiliki riwayat COVID-19 dan 62,3 persen, atau 17.601, memiliki riwayat diabetes," kata Vardhan dalam pertemuan dengan sekelompok menteri federal.
“Jumlah kasus tertinggi – 6.329 – telah dicatat di Maharashtra, diikuti oleh Gujarat dengan 5.486, dan kemudian Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, Rajasthan, Haryana, Karnataka, Delhi, dan Andhra Pradesh,” katanya.
Apa itu jamur hitam?
Mukormikosis menyebabkan penghitaman atau perubahan warna pada hidung, penglihatan kabur atau ganda, nyeri dada, kesulitan bernapas dan batuk darah. Pasien COVID-19 dengan diabetes dan sistem kekebalan yang lemah sangat rentan terhadap serangan jamur ini.
Nyeri dan kemerahan di sekitar mata atau hidung, demam, sakit kepala, batuk, sesak napas, muntah darah dan perubahan status mental adalah beberapa gejalanya.
Pakar kesehatan mengatakan, kualitas udara India yang buruk dan debu yang berlebihan di kota-kota, seperti Mumbai, membuat jamur lebih mudah berkembang. Pakar juga menyebut bahwa lonjakan kasus baru-baru ini sebagai perhatian serius.
“Kami dan sebagian besar rumah sakit utama telah melihat lebih banyak kasus mucormycosis dalam sebulan terakhir daripada dalam lima tahun sebelumnya,” ujar Dr Arvinder Soin, ketua Institut Transplantasi Hati Medanta di Gurugram, dikutip dari laman Al Jazeera.
Meski infeksi jamur telah ditemukan di India sebelumnya, lonjakan kasusnya saat ini terjadi di antara orang yang terinfeksi COVID-19 dan mereka yang telah pulih dari penyakit tersebut.
