Penjelasan Lengkap Penyakit Kanker Prostat yang Diderita SBY

Ilustrasi kanker prostat.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Beberapa waktu lalu Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan menderita kanker prostat. Kondisi kesehatan SBY itu disampaikan langsung oleh Staf Pribadi SBY Ossy Dermawan.

img_title Waspadai Penyakit Batu Saluran Kemih, Ginjal, dan Prostat, Begini Penanganan Terkini yang Perlu Diketahui

Kanker prostat bisa dikatakan merupakan kanker yang hanya diidap laki-laki. Sebab, prostat adalah kelenjar yang hanya ada pada laki-laki.

Dijelaskan oleh dr. Firtantyo Adi Syahputra, SpU, prostat terletak di bawah kandung kemih dan dilalui oleh saluran kemih pria. Besarnya sekitar 15-20 CC dan ukurannya sebesar kacang walnut.

img_title 5 Juli 2004: Pemilu Pertama di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono Terpilih Menjadi Presiden

"Fungsinya sebagai salah satu pabrik yang memproduksi komponen air mani seorang pria. Prostat memproduksi komponen air mani 20-30 persen," ujarnya dalam video di kanal Youtube VDVC Health.

Ilustrasi penderita kanker prostat.

Photo :
  • U-Report
img_title Terungkap! Sayur Ini Bisa Bantu Jaga Kesehatan Prostat Pria

Ada beberapa gangguan yang umumnya terjadi pada prostat, yaitu infeksi atau radang prostat (prostatitis), pembesaran prostat jinak, dan kanker prostat.

"Kanker prostat merupakan keganasan pada prostat. Penyebabnya tidak ada yang tahu atau masih diperdebatkan," jelas dokter Firtantyo.

Dia melanjutkan, kanker prostat memiliki mekanisme di mana terjadi kerusakan DNA. Akibat kerusakan DNA tersebut, prostat tumbuh tidak terkendali dan menimbulkan banyak gejala.

Faktor risiko pemicu kanker prostat

Ada banyak faktor risiko yang bisa memicu kanker prostat. Faktor risiko itu di antaranya makan makanan yang tinggi lemak, produk susu, yang menyebabkan kerusakan DNA sehingga prostat tumbuh lebih cepat. Faktor risiko lain adalah merokok, paparan zat kimi yang memicu pertumbuhan abnormal pada prostat sehingga menjadi kanker.

Selain itu, riwayat prostatitis atau radang prostat sebelumnya, yang kronik atau terjadi berulang, memicu pertumbuhan prostat lebih cepat.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan pada kelompok orang usia di atas 40-50 tahun yang mengalami masalah prostat, diketahui bahwa saat usia muda mereka memiliki gaya hidup kurang baik. Yakni, kurang berolahraga atau jarang beraktivitas fisik, makan makanan junk food atau tinggi lemak, dan goreng-gorengan yang banyak menggunakan minyak.

Semua jenis gangguan pada prostat, kata dr. Firtantyo, umumnya memiliki gejala yang mirip. Misalnya, prostatitis yang sering menyerang usia dewasa muda sekitar 30 tahun di mana gejalanya berupa gangguan baik sulit buang air kecil atau terlalu sering buang air kecil.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut