Orangtua Penderita Diabetes, Mungkin Diturunkan ke Anak?

Orang yang tidak bersosialisasi berisiko tinggi terkena diabetes
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop – Diabetes adalah kondisi gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah di atas nilai normal yang berlangsung secara kronis. Hal ini disebabkan adanya gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas.

img_title Kasus Promosi Vape Libatkan Anak Berlanjut, YouTuber Bigmo Dipanggil Polisi Pada 10 Agustus

Insulin berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak atau sel-sel lain di tubuh. Apabila produksi insulin berkurang, maka akan menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

Salah satu penyebab diabetes melitus yang tidak bisa dielakkan yaitu faktor genetik. Itu sebabnya, diabetes sering disebut penyakit keturunan.

img_title Update Besar! Ada Fitur Baru untuk Pemain Roblox di Indonesia

Menurut American Diabetes Association, diabetes melitus tipe 2 memiliki hubungan yang sangat kuat dengan riwayat dan keturunan keluarga. Pasien diabetes tipe 1 pun memiliki risiko serupa, tapi cenderung lebih kecil.

Tanda diabetes

Photo :
  • Times of India
img_title Rahasia Parenting ala Nabi Ibrahim, Kunci Membentuk Karakter Anak Taat Shalat Tertulis Doa Dalam Al Quran

Lantas apakah diabetes melitus tipe dua bisa diputus mata rantainya? Terkait hal itu, Spesialis anak, Dr. Muhammad Faizi, Sp.A (K) menjelaskan, jika salah satu dari orang tua anak mengidap diabetes melitus, 30 persen akan berisiko diturunkan ke anak. Jika kedua orang tua sama-sama memiliki diabetes maka 60 hingga 80 persen akan diturunkan ke anak.

"Kedua orang tua 60-80 persen terjadi di atas 40 tapi bisa dipercepat, kalau anak makan sembarangan, obesitas, dan gaya hidup sedentari akan lebih cepat, terjadi di atas 25 tahun bisa bahkan remaja juga bisa terkena," kata dia dalam acara virtual conference IDAI dalam rangka peringatan Hari Diabetes Sedunia, Sabtu 13 November 2021.

Lebih lanjut, Faizi menjelaskan bahwa semua penyakit ada genetiknya. Namun penyakit itu akan muncul jika ada interaksi antara epigenetik dan lingkungannya.

Maka dari itu, Faizi menekankan pentingnya deteksi dini. Masyarakat Indonesia bisa mencontoh Jepang. Dimana anak remaja kelas 6 SD di Jepang sudah mulai melakukan screening diabetes melalui air seni mereka.

Gejala kulit diabetes.

Photo :
  • U-Report

"Apalagi ada gemuk, bercak kulit hitam di tengkuk, di ketiak, di lipatan itu salah satu tanda resistensi insulin. Kalau sudah ada tanda itu, penting untuk mengecek kadar gula darah puasa, kadar gula darah 2 jam setelah makan," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut