Pakar Anjurkan Konsultasi Pernikahan untuk Cegah Talasemia

Viral sepasang kekasih putus karena sama-sama mengidap penyakit Thalassemia
Sumber :
  • TikTok/@szasaccount

"Gejala pucat disertai perut membesar ternyata hati membesar (hepatomegali)," tuturnya.

img_title Fadli Zon Tanggapi Soal Kabinet Bayangan: Silahkan Kritik, Asal Punya Dasar Kuat

Perubahan wajah biasanya terjadi akibat tulang pipi sebagai tempat utama yang produksi sel darah merah, menjadi lebih menonjol. Selain itu, gigi terlihat lebih maju, batang hidung tak nampak, serta dahi menjadi maju.

"Lebih hitam kulitnya karena sel darah merah pecah membuat besi lebih menumpuk. Ada juga gangguan pubertas seperti belum mens atau baligh di usia 15 tahun. Kalau tulang patah, sulit menyambung karena tidak ada massa tulangnya," imbuhnya.

img_title 7 Game Konsol Premium yang Kini Gratis, Momentum Terbaik bagi Gamer untuk Menambah Koleksi Digital

Prof Lia menyampaikan, penanganan pertama pada anak talasemia adalah dengan membatasi asupan tinggi zat besi seperti daging merah dan jeroan. Ini berbanding terbalik dengan kasus anemia karena kurang zat besi.

"Pada talasemia, gak boleh banyak makan yang mengandung zat besi karena nanti jadi produksi zat besi berlebihan di tubuh. Itu dampaknya berbahaya," bebernya.

img_title Apa Alasan Awbimax Keluar dari Islam dan Pilih Jadi Agnostik? Ini Pengakuannya yang Mengejutkan

Pemeriksaan dan Penanganan Talasemia

Ilustrasi anak sakit.

Photo :
  • freepik/lifeforstock

Cara mengetahui seorang talasemia dilakukan melalui pemeriksaan riwayat penyakit keluarga yang anemia atau pasien talasemia, pucat, lemas, riwayat transfusi darah berulang, serta pemeriksaan darah hematologi dan Analisa Hb.

Berdasarkan data dari Yayasan Talasemia Indonesia, terjadi peningkatan kasus talasemia yang terus menerus. Sejak tahun 2012 sebanyak 4.896 kasus hingga bulan Juni Tahun 2021 data penyandang talasemia di Indonesia sebanyak 10.973 kasus.

Dari sisi pembiayaan, menurut data BPJS Kesehatan 2020 beban pembiayaan kesehatan sejak tahun 2014 sampai tahun 2020 terus meningkat. Talasemia menempati posisi ke-5 di antara penyakit tidak menular setelah penyakit jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke yaitu 2,78 triliun tahun 2020.

Pasien talasemia mayor memerlukan transfusi darah secara rutin seumur hidup (2-4 minggu sekali). Berdasarkan hasil penelitian Eijkman tahun 2012, diperkirakan angka kelahiran bayi dengan talasemia mayor sekitar 20% atau 2.500 anak dari jumlah penduduk ± 240 juta.

Pasien talasemia intermedia membutuhkan transfusi darah, tetapi tidak rutin. Sementara pasien talasemia minor/trait/pembawa sifat secara klinis sehat, hidup seperti orang normal secara fisik dan mental, tidak bergejala dan tidak memerlukan transfusi darah.

Deteksi Dini

Petugas medis menata sampel pemeriksaan deteksi COVID-19 di Solo.

Photo :
  • VoxPop/Fajar Sodiq

Kementerian Kesehatan memberikan himbauan kepada pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk dapat berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian talasemia dengan :

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut