Pakai Sunscreen Bisa Rusak Terumbu Karang? Begini Penjelasan Ahli
- Pixabay
Dalam studi baru, para ilmuwan di Universitas Stanford di Stanford, CA, menemukan bahwa oxybenzone diubah dari penghambat UV menjadi "fototoksin" di dalam sel anemon dan karang. Fotoxin sendiri merupakan bahan kimia yang menjadi beracun saat terkena sinar matahari.
Eksperimen mereka juga menunjukkan bahwa ganggang yang hidup di karang memberikan perlindungan terhadap racun. Hal itu mungkin menandakan bahwa karang yang memutih akan lebih rentan terhadap bahan kimia.
Para peneliti berpendapat bahwa, dalam iklim yang memanas, tabir surya yang mengandung oxybenzone dapat mempercepat kerusakan terumbu karang dan menghambat pemulihannya.
“Tabir surya oxybenzone ditemukan lebih beracun bagi anemon yang memutih ini dapat menunjukkan bahwa itu juga lebih beracun bagi karang yang memutih, dan itu benar-benar akan memperburuk efek negatif pemanasan ini … di area di mana manusia beraktivitas di sekitranya,” kata penulis pertama dan Ph.D. kandidat Djordje Vuckovic kepada podcast Science.
Vuckovic dan rekan-rekannya berharap bahwa penelitian mereka akan membantu memandu pengembangan penghambat UV yang cenderung tidak diubah menjadi fototoksin.
Alternatif dari penggunaan sunscreen oxybenzone
Hingga saat ini diketahui memang tidak ada tabir surya yang dipelajari secara metodis dengan standarisasi yang menentukan apakah aman untuk terumbu karang atau tidak.
Untuk menghadapi hal tersebut, ahli merekomendasikan untuk menggunakan sunscreen yang berbasis mineral sebagai alternatif dari sunscreen yang mengandung oxybenzone atau bahan kimia serupa yang disebut octinoxate. Namun, ditekankan bahwa para ilmuwan belum membuktikan bahan lain, seperti pengawet dan pengemulsi aman untuk terumbu karang.
Alternatif lain yang bisa dilakukan agar tidak menggunakan sunscreen adalah dengan memakai pakaian renang UV agar tubuh tetap terlindungi dari sinar matahari. Hal itu diketahui terbukti efektif untuk dipakai berlama-lama di bawah sinar matahari saat sedang menyelam.
