Ahli: Bahaya Jajanan Tanpa Izin Edar Lebih Mendesak Diawasi BPOM

Ice smoke
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop Lifestyle – Akhir-akhir ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dinilai gencar menggempur zat Bisfenol A (BPA) yang ada dalam kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat, dengan alasan mengganggu kesehatan para konsumen. 

img_title Kadin Optimistis RI dan Thailand Bisa Genjot Kerja Sama Sektor Ketahanan Pangan

Padahal, ada pengawasan pangan yang dinilai lebih penting untuk dilakukan, dan jelas-jelas terbukti menyebabkan penyakit bagi para konsumennya, yaitu pangan yang dijual di masyarakat tanpa izin edar dari BPOM.  

Dalam acara talkshow bertema Waspadai Zat Kimia Pada Kemasan dan Makanan, Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan SEAFAST Center, Institut Pertanian Bogor (IPB), Nugraha Edhi Suyatma, menyampaikan pangan yang tidak memiliki izin edar ini sulit untuk dijangkau oleh BPOM dan justru perlu pengawasan yang lebih ketat. 

img_title BI Sebut Sinergi Bank Sentral dan Pemerintah Bikin Inflasi Juli 2026 Terjaga

"Tapi, kalau untuk konsumsi besar, mereka kan sudah taat aturan. Mereka pasti akan meminta izin khusus dulu kalau mau menggunakan bahan-bahan tambahan melebihi dari batas yang sudah ditentukan,” ujarnya di acara tersebut. 

Sebenarnya, kata Nugraha, informasi-informasi mengenai zat-zat apa saja yang bisa digunakan untuk pangan dan batas-batas penggunaannya itu sudah diatur dalam peraturan BPOM dan sudah tersedia di website resmi BPOM. 

img_title Jaga Ketersediaan Pangan, PTPN I Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara

Razia makanan kedaluwarsa oleh BPOM.

Photo :
  • VoxPop.co.id/Ikhwan Yanuar

"Di sana diatur semua tentang keamanan pangan, tentang peraturan bahan tambahan pangan, itu sudah tertulis secara lengkap,” tukasnya.

Salah satu contoh perlunya pengawasan serius dari BPOM terhadap pangan adalah, peristiwa di mana baru-baru ini terjadi tubuh seorang anak berusia 5 tahun di Ponorogo tiba-tiba terbakar saat akan menikmati jajanan ice smoke yang diolah dengan menggunakan nitrogen cair. Akibatnya, anak tersebut menderita luka bakar 30 persen di tubuhnya.

Kepala Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Fredy Kurniawan menyampaikan pada saat berada di suhu yang sangat dingin, zat seperti nitrogen cair itu tidak boleh bersentuhan dengan organ manusia secara langsung. Pasalnya, walau nitrogen tidak mengeluarkan api, zat ini bisa menyebabkan cold burn atau terbakar karena suhu yang amat dingin. 

"Bekas terbakar pada temperatur yang dingin, kulit seperti melepuh," ujarnya.

Dia mengatakan, makanan yang diolah dengan nitrogen cair dengan cara yang tak tepat bisa menyebabkan luka bakar serius. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut