Mengenal Bulimia, Penyakit Gangguan Makan Ekstrem Karena Takut Gemuk
- U-Report
- Merasa takut gemuk
- Memiliki anggapan negatif terhadap berat badan dan bentuk tubuhnya sendiri
- Cenderung menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosial
- Memiliki rasa percaya diri yang rendah dan cemas
- Tidak mau makan di tempat umum atau di hadapan orang lain
Penyebab Bulimia
Ilustrasi orang kurus.
- U-Report
Meski begitu, penyakit bulimia masih belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, ahli kesehatan mengungkapkan bahwa penyebab dari gangguan makan ini berkaitan dengan genetika, kesehatan emosional, ekspektasi masyarakat, dan masalah lainnya.
Bahkan, beberapa artis pernah mengalami hal ini, seperti artis cantik Vicky Shu. Ia mencoba menjalankan diet ekstrem, namun malah terkena bulimia. Ia mengaku ia sering terkena body shaming, kerap mendapat perlakuan tersebut sejak duduk di bangku sekolah hingga setelah berkarier di bidang tarik suara, maka dari itu ia terobsesi ingin selalu kurus.
Cara Mencegah & Mengobati Bulimia
Ilustrasi pria memeriksakan diri ke dokter.
- U-Report
Ada beberapa cara untuk mencegah bulimia, seperti :
- Meningkatkan rasa percaya diri dengan saling memberikan motivasi untuk selalu hidup sehat setiap hari
- Menghindari pembicaraan yang berhubungan dengan fisik atau yang memengaruhi psikologis penderita, misalnya badannya terlalu kurus atau gemuk, serta wajahnya tidak cantik
- Mengajak anggota keluarga untuk selalu makan bersama
- Melarang diet dengan cara tidak sehat, seperti menggunakan obat pencahar atau memaksakan diri untuk muntah
Jika merasa diri kamu atau seseorang yang dikenal terkena bulimia, maka sebaiknya segera mencari pertolongan dari ahli, seperti dokter gizi, psikiater, dan lainnya.
Perawatan yang akan diberikan bisa berupa psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif, yaitu bertujuan untuk membantu mengembalikan pola makan penderita, serta mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat, dan pola pikir yang negatif menjadi positif. Serta terapi interpersonal yang bertujuan untuk membantu pasien dalam berinteraksi dengan orang lain, serta meningkatkan kemampuan pasien dalam berkomunikasi dan menyelesaikan masalah. Selain itu, bisa dengan obat - obatan, konseling gizi, dan lainnya.
