Apakah Penyakit HIV dan AIDS Adalah Aib dalam Pernikahan? Ini Kata Buya Yahya
- Freepik
“Apalagi menjadikan dia takut seperti aids. Jadi dalam pembahasan para ulama akhir zaman, karena AIDS pun di akhir zaman ditemukannya, maka AIDS termasuk bentuk aib didalam pernikahan,” lanjutnya.
Orang terkena AIDS belum tentu orang jahat
AIDS memang penyakit yang membahayakan. Orang-orang yang melakukan seks bebas akan mungkin terkena penyakit ini. Namun, orang yang terkena AIDS belum tentu orang jahat.
“AIDS memang penyakit yang sangat membahayakan, artinya memang menjadikan kekebalan tubuh sudah tidak ada dan luar biasa menakutkan. Tidak semua orang yang kena AIDS harus selalu orang yang jahat,” ujar Buya.
“Karena selama ini memandang orang kalau sudah kena AIDS pasti mungkin dia pezina, pelacur. Memang ada betul, penularan AIDS itu diantaranya adalah darah. Suntik ada darah, bekas suntikan orang yang terkena narkoba, hubungan laki dengan perempuan. Makanya orang yang bebas seks itu sangat mungkin terjangkit yang demikian itu,” imbuhnya.
Jangan kucilkan orang yang terkena AIDS
Buya Yahya
- Tangkapan layar
Penularan AIDS memang seringkali di kaitkan dengan seks bebas. Namun, tidak menutup kemungkinan juga orang-orang baik, orang yang sholeh, sholeha juga terkena AIDS karena suatu kesalahan yang tidak disengaja.
“Tapi orang yang terkena AIDS tidak perlu melakukan itu. Mungkin ada seorang wanita sholeha punya suami, tau-taunya suaminya terkena (AIDS), suaminya baik. Atau mungkin orangnya taubat, sholeh, mungkin nggak sengaja terkena jarum suntik yang pernah dipakai oleh orang yang kena AIDS,” pungkasnya.
Buya Yahya meminta jika seseorang terkena AIDS jangan sampai dikucilkan. Saran dia, bergaulah secara wajar.
“Penularan AIDS sangat khusus. Maka bergaul biasa aja. Jangan sampai terisolasi, jangan sampai dipinggirkan, tidak boleh bergaul. Salaman biasa, kita makan bareng biasa. Jangan sampai orang yang terkena AIDS lalu dikucilkan,” tandasnya.
