Meninggal Gara-gara Sindrom Patah Hati, Simak Penjelasan Penyakit yang Dialami Lisa Marie Presley

Lisa Marie Presley.
Sumber :
  • AP Photo

VoxPop Lifestyle – Seperti yang kita ketahui bersama, jika kematian Lisa Presley sempat membuat geger publik pada Kamis, 12 Januari 2023 kemarin. Seperti melansir dari laman Mirror, penyebab kematian Lisa Presley ternyata disebabkan adanya broken heart syndrom atau sindrom patah hati

img_title Ternyata Ini 7 Kebiasaan Orang yang Jarang Stres di Tempat Kerja, Tetap Produktif Tanpa Burnout

Lantas, apakah ada hubungan sindrom patah hati dengan serangan jantung yang dialami Lisa Marie Presley jelang kematiannya? Priscilla Presley, ibu Lisa Marie Presley, mengkonfirmasi berita tentang kematian penyanyi-penulis lagu tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. 

Penyanyi berusia 54 tahun itu meninggal setelah dirawat di rumah sakit pada hari itu setelah serangan jantung. "Dengan berat hati saya harus berbagi berita yang menghancurkan bahwa putri saya yang cantik Lisa Marie telah meninggalkan kami," tulis Priscilla, seperti dikutip laman  Associated Press . 

img_title Kematian Karumga Eks Jampidsus Masih Misteri, DPR: Seret Pelakunya Tanpa Kompromi!

Lisa Marie Presley

Photo :
  • Instagram @lisampresley

"Dia adalah wanita yang paling bersemangat, kuat, dan penuh kasih yang pernah saya kenal."

img_title Kematian Sutrimo yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah Masih Misterius, Keluarga Diminta Lapor Jika Ada Kejanggalan

Menyusul konfirmasi tersebut, kesehatan Lisa Marie Presley menjadi bahan spekulasi tak berdasar. Fans langsung menepisnya dengan mengatakan bahwa keluarga Presley memiliki riwayat penyakit jantung, karena kondisi yang sama yang merenggut nyawa ayahnya puluhan tahun lalu.

Mereka juga berpendapat  bahwa kecanduan obat penghilang rasa sakit opioid di masa lalu dan patah hati setelah kehilangan putranya Benjamin mungkin berperan dalam kematiannya. Benjamin yang saat itu berusia 27 tahun meninggal karena luka tembak yang dilakukan sendiri pada tahun 2020.

Sebelum kematiannya, Presley masih sempat untuk menulis esai  untuk "Hari Kesadaran Duka Nasional" pada tahun 2022 di mana dia mengungkapkan tentang kehilangan putranya. Dengan itu, mereka mengatakan dia mungkin menderita sindrom patah hati, yang mungkin menyebabkan serangan jantungnya.

Johns Hopkins Medicine menjelaskan, bahwa sindrom patah hati, juga dikenal sebagai sindrom takotsubo atau kardiomiopati stres, terjadi ketika seseorang menderita stres akut yang tiba-tiba. Ini kemudian menyebabkan melemahnya otot jantung dengan sangat cepat.

Situs tersebut menambahkan bahwa hal ini dapat dipicu oleh dua jenis stres: stresor emosional dan stresor fisik. Hubungan antara henti jantung Presley dan sindrom patah hati masih belum dikonfirmasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut