Kasus Rabies Meningkat, Ini Pentingnya Bentengi Diri dengan Vaksin
- VoxPopnews/Tri Saputro
"Tapi kalau terluka akibat gigitan anjing, lukanya dibersihkan, kemudian menerima vaksin rabies, itu akan 100 persen terjamin tidak akan tertular rabies,” tambahnya.
Ia pun menjelaskan gambaran klinis orang yang positif rabies. Setelah orang digigit anjing pengidap rabies, ada masa inkubasi sekitar 20-90 hari untuk virusnya masuk ke dalam tubuh dan belum menimbulkan gejala.
Petugas memberikan vaksinasi rabies kepada anjing peliharaan warga.
- VoxPop/Destriadi Yunas Jumasani (Pontianak)
Kemudian, muncul gejala, seperti panas, daerah luka mati rasa, dan gatal. Setelah itu, satu sampai dua hari muncul gejala neurologis yang akut dan khas, yaitu takut air dan takut udara. Apabila sudah berada di tahap ini, sudah tidak bisa ditolong atau fatal.
“Sudah dijelaskan dr. Asep, gigitan dengan rabies berisiko kematian, namun bisa diatasi dengan vaksinasi yang bukan hanya untuk hewan. Manusianya juga perlu divaksinasi untuk membangkitkan sistem imun, supaya bisa mengatasi virus rabies. Vaksin rabies bisa didapatkan di fasilitas kesehatan,” tutur Franchise Manager Travel-Endemic Vaccines PT Kalventis Sinergi Farma, Dhimas Sagietha Hariandhana.
Dhimas menekankan bahwa kabar baiknya, vaksin rabies bisa didapatkan di puskesmas, rumah sakit, atau di Rumah Sakit Penyakit Infeksi seperti RSPI Sulianti Saroso Jakarta. Juga di rabies center yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti di RSUD dr. TC Hillers Maumere, tempat dr. Asep berpraktik. Di sana, tersedia stok vaksin rabies, tetapi perlu diperiksa kembali ketersediaannya.
“Ketika virus rabies sudah masuk ke saraf pusat manusia, itu menyebabkan kematian. Tetapi bisa dicegah dengan memberikan vaksin secara langsung ketika setelah digigit hewan rabies. Gejalanya bisa muncul beberapa minggu setelah digigit hewan tersebut, tergantung pada gigitan. Lokasi paling berbahaya ialah digigit sekitar leher atau kepala, karena akan langsung kena sistem saraf pusat,” jelas Dhimas.
Lantaran kasus rabies kian meningkat, dr. Asep memberikan tips pencegahannya, yakni pra-paparan dan pasca paparan. Pra-paparan merupakan penerimaan vaksin rabies ketika belum digigit hewan dengan rabies.
Sedangkan pencegahan pasca paparan, vaksinasi dilakukan setelah digigit hewan penular rabies. Kemudian, pihak yang paling berisiko terpapar rabies adalah vaksinator anjing dan petugas potong anjing untuk diperiksa sampel otaknya.
