Disunat Jin Ternyata Bukan Berkah, Ini Bahayanya

Ilustrasi penis.
Sumber :
  • Doc. Unsplash

JAKARTA – Fenomena "disunat jin" masih banyak terjadi di Indonesia dan diyakini oleh sejumlah orang sebagai momen yang langka. Padahal, disunat jin secara medis merupakan sebuah kondisi yang membahayakan apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

img_title Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT, Kejar Target Angka Harapan Hidup

Dalam dunia medis, disunat jin disebut parafimosis yakni kondisi saat kulup penis tidak dapat ditarik kembali ke kepala penis seperti semula. Kondisi ini cukup membahayakan karena dapat menyebabkan kulup penis membengkak dan tersangkut, sehingga mencegah peredaran darah terjadi secara optimal pada penis.

Ilustrasi-Sunat anak laki-laki

Photo :
  • VoxPopnews/Ikhwan Yanuar
img_title Hati-hati! Ini Daftar 14 Kosmetik yang Mengandung Bahan Berbahaya

Parafimosis sering kali dialami oleh anak-anak, sekitar 0,2 persen anak berusia 4 bulan hingga 12 tahun yang belum melakukan sirkumsisi atau disunat berisiko mengalami parafimosis. Tetapi tidak menutup peluang kondisi ini juga sangat banyak terjadi pada orang dewasa yang belum disunat yakni sekitar 1 persen dialami orang berusia 16 tahun ke atas.

"Sangat bisa terjadi pada orang dewasa yang belum melakukan sirkumsisi atau sunat," jelas Dr Budi Himawan, SpU, dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia sekaligus Dokter Spesialis Bedah Urologi RSUD Dr Soegiri Lamongan, dalam media briefing bersama Ikatan Dokter Indonesia, Senin 25 September 2023.

img_title Akselerasi Pertumbuhan Pasar di Industri Estetika Medis RI, Begini Strategi Merz Aesthetics

Ketua IDI Cabang Lamongan itu menyebutkan bahwa parafimosis sangat dekat dengan masyarakat Indonesia namun jarang yang menyadari bahwa ini adalah masalah kesehatan yang cukup fatal. Terutama masyarakat awam di daerah yang belum teredukasi secara matang soal parafimosis ini.

"Sampai anaknya udah diselametin segala macam karena katanya disunat jin. Padahal ini adalah kelainan medis, kondisi abnormal pada penis akibat tindakan tertentu. Misalnya anak kecil mainan penisnya secara tidak sengaja dia membawa ujung penisnya ke arah belakang yang akibatnya tidak bisa kembali lagi," jelasnya.

Parafimosis atau disunat jin akan menyebabkan pembengkakan pada kulup penis. Dari pembengkakan tersebut, jika dibiarkan terlalu lama maka akan menimbulkan rasa nyeri di sekitar area penis. Kemudian, penis yang bengkak akan berubah warna menjadi kebiruan hingga merusak fungsi saraf yang menyebabkan hilangnya bagian kepala penis.

Oleh karena itu, kondisi parafimosis tidak boleh dibiarkan dan harus segera ditangani oleh dokter dengan cepat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut