Sadar Risiko Bahaya Rokok, Kajian Ilmiah Beberkan Proses Inovasi Tembakau Alternatif
- Eat This
Dukungan kepada pemerintah untuk memperbanyak kajian ilmiah terkait produk tembakau alternatif juga disampaikan oleh sejumlah akademisi. Salah satunya adalah Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB), Prof. Dr. rer. Nat. Rahmana Emran Kartasasmita, M.Si.
Ia menyatakan hal tersebut perlu diupayakan agar penggunaan produk tembakau alternatif dapat dioptimalkan oleh perokok dewasa yang ingin beralih lantaran telah terbukti profil risikonya lebih rendah daripada rokok.
“Pemerintah perlu memasifkan kajian literatur dan klinis mengenai produk tembakau alternatif. Sebab, upaya pengurangan risiko terkait penggunaan tembakau sangat penting, termasuk ketersediaan produknya,” kata Prof. Emran.
Lebih lanjut, ia menegaskan produk tembakau alternatif tidak sepenuhnya bebas risiko sehingga penggunaannya bukan untuk orang yang tidak merokok, dan juga bukan untuk anak di bawah umur 18 tahun.
“Mengingat berhenti total merokok faktanya sulit, maka perokok dewasa bisa disarankan untuk beralih ke produk yang lebih rendah tingkat risiko kesehatannya,” tutup Prof. Erman.
