Mengenal Metode Wolbachia dalam Pengendalian Demam Berdarah Dengue

Ilustrasi nyamuk.
Sumber :
  • Pexels/icon0.com

Yogyakarta – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan global yang serius, dengan jutaan kasus terjadi setiap tahunnya. Salah satu langkah inovatif yang telah ditempuh dalam upaya pengendalian penyakit ini adalah menggunakan bakteri Wolbachia sebagai alat untuk menurunkan populasi nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.

img_title Pernah Kena DBD Gak Menjamin Kebal, Dokter Ungkap Faktanya!

Ternyata, sejumlah peneliti World Mosquito Program (WMP) di Indonesia telah melakukan riset terkait nyamuk ber-Wolbachia dan melakukan pelepasan nyamuk Wolbachia. Nah, berikut penjelasan metode Wolbachia dalam Pengendalian Demam Berdarah Dengue yang bersumber dari penjelasan Youtube World Mosquito Program Yogyakarta:

Ilustrasi bakteri.

Photo :
  • https://www.thehealthsite.com/
img_title Waspada DBD, Tercatat Sebanyak 1.538 Kasus di Jakarta Barat Sepanjang 2026

Mengenal Metode Wolbachia

Salah satu metode pengendalian nyamuk Aedes aegypti yang sedang dikembangkan adalah menggunakan nyamuk Wolbachia. Nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes aegypti yang telah diinfeksi dengan bakteri Wolbachia.

img_title Bukan Sekadar Faktor Genetik, Ini Alasan Seseorang Bisa Memiliki Sifat Psikopat

Bakteri Wolbachia adalah bakteri alami yang ditemukan pada berbagai jenis serangga, termasuk nyamuk. Bakteri Wolbachia dapat menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk.  Hal ini menyebabkan nyamuk Wolbachia tidak dapat menularkan virus dengue ke manusia.

“Metode kami menggunakan bakteri aman dan alami yang disebut wolbachia yang hidup di dalam sel serangga dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui telur serangga.” Ujar keterangan di awal penjelasan video.

Cara Kerja Nyamuk Wolbachia

Cara kerja nyamuk Wolbachia dilakukan dengan memasukan bakteri Wolbachia ke dalam telur nyamuk Aedes aegypti. Ketika nyamuk Aedes aegypti jantan yang mengandung bakteri Wolbachia kawin dengan nyamuk betina liar yang tidak memiliki Wolbachia, maka virus dengue pada nyamuk betina akan diblokir, sehingga telurnya tidak akan menetas.

Nyamuk DBD/ilustrasi.

Photo :
  • www.jakarta.go.id

Dalam implementasinya di Indonesia, telur nyamuk jantan ber-Wolbachia dan betina dimasukkan di dalam ember yang dititipkan di rumah warga. Selanjutnya, nyamuk akan berkembang biak dan menghasilkan populasi nyamuk Aedes aegypti di lingkungan yang ber-Wolbachia.

Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk Wolbachia dapat menurunkan kasus DBD secara signifikan. Penelitian di Yogyakarta menunjukkan bahwa kasus DBD di Kota Pelajar itu dapat diturunkan sebesar 77 persen setelah nyamuk Wolbachia dilepaskan.

Penelitian lain di Australia menunjukkan bahwa nyamuk Wolbachia dapat menurunkan kasus DBD sebesar 80 persen.

Enesis Group, Soffell

Cegah DBD, Enesis Group dan Soffell Geber Kampanye Promotif Asean Dengue Day 2026

Enesis Group dan Soffell menggandeng Kementerian Kesehatan menggelar program "Asean Dengue Day 2026", guna mendukung upaya promotif-preventif Pencegahan DBD di Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut