Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Beberkan Efek Jangka Panjang Wolbachia
- Istimewa
Jakarta – Dalam menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD, Kementerian Kesehatan menerapkan inovasi teknologi Wolbachia.
Wolbachia merupakan bakteri yang hidup sebagai parasit pada hewan di mana dalam menekan DBD, Wolbachia ini diyakini mampu membunuh virus Dengue yang menyebabkan DBD.
Ilustrasi nyamuk
- Pixabay
Wolbachia ini kemudian dikontaminasikan ke nyamuk yang nantinya akan membunuh nyamuk Aedes Aegypti. Untuk itu pemerintah melalui Kementerian kesehatan akan menyebar nyamuk yang telah ber-Wolbachia ke berbagai daerah di Tanah Air.
Kemudian, Siti Fadilah, mantan Menteri Kesehatan Indonesia, kembali menyuarakan tentang program penyebaran nyamuk Wolbachia di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan pada unggahan video di channel YouTube miliknya, Siti Fadilah Supari Channel, dan potongan pada akun TikToknya @siti_fadilah_supari.
“Waktu itu saya tiba-tiba didatangi para ahli-ahli nyamuk, ahli lingkungan dan mereka tidak terima dengan penyebaran nyamuk tersebut, mereka bertanya apakah itu nyamuk aedes aegypti yang direkayasa genetika itu berasal dari tempat kita, kayaknya iya,” tutur Siti Fadilah.
“Karena pada tahun 2011 lalu ada seorang yang sangat terkenal di dunia , villa tropis yang terkenal di dunia bertamu di Jogja dan berburu nyamuk, setelah itu nyamuk dibawa ke Kolombia dan mereka membuat suatu peternakan nyamuk di Kolombia. Nah dari sana itulah yang dilakukan penelitian dengan para ahli di Gadjah Mada,” lanjutnya menceritakan.
Siti Fadilah juga menjelaskan jika nyamuk wolbachia sudah direkayasa genetika sehingga tidak akan bisa lagi membawa virus demam berdarah. “Dengan klaim dari mereka jika nyamuk aedes aegypti sudah direkayasa genetika dan disuntikkan wolbachia artinya sudah tidak bisa lagi membawa virus demam berdarah dan tidak bisa membawa virus zika,” beber Siti.
Akan tetapi program tersebut justru menuai protes dari kalangan ahli terkait dengan efek jangka panjang apa yang akan ditimbulkan nanti.
“Tapi para ahli lingkungan, ahli ekologi, ahli virus, dan ahli nyamuk pada protes pada saya, ibu apakah sudah tahu efek jangka panjangnya, tapi saya jawab belum,” ujar mantan Menkes tersebut.
