Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Beberkan Efek Jangka Panjang Wolbachia

Siti Fadilah Supari
Sumber :
  • Istimewa

Lebih lanjut Siti Fadilah mengatakan, “Karena setiap penelitian dengan nyenggol-nyenggol genetik itu erornya tidak bisa kita ketahui sekarang juga, baru bisa kita ketahui antara 2 dan 10 tahun yang akan datang.”

img_title Risiko Dengue Meningkat Saat Hujan, Upaya Pencegahan Harus Diperkuat

Sedangkan para ahli ekologi juga memiliki kekhawatiran besar terkait dampak dari program nyamuk wolbachia tersebut.

img_title Anak-anak Paling Rentan Terpapar, Kenali Gejala Awal hingga Fase Kritis DBD

“Kemudian yang ahli ekologi mengatakan bahwa nyamuk adalah bagian daripada perantaian ekologi yang sudah berlangsung di dunia ini, dan biasanya Tuhan menciptakan itu seimbang,” tutur Siti Fadilah saat menyampaikan protes yang ia terima.

“Kenapa sekarang nyamuk itu akan dimusnahkan dengan cara seperti itu dan direkayasa genetika seperti itu, justru para ekolog takut banget jika itu akan berakibat fatal pada tahun-tahun berikutnya nanti,” imbuhnya lagi.

img_title Curah Hujan Naik, Cuaca Tak Menentu: Waspada DBD

Siti Fadilah pribadi, mengakui tidak tahu efek dari penyebaran nyamuk wolbachia ini akan seperti apa nantinya.

“Saya tidak mengerti bagaimana efek yang sebetulnya akan terjadi, tapi yang jelas kalau menurut data penelitian itu dia akan menurunkan angka kematian atau angka kesakitan dari demam berdarah, cikungunya, maupun zika, tetapi nampaknya belum ada hasil penelitian lainnya yang diekspos tentang akibat ekologi, akibat jangka panjang karena adanya gen drive, karena perubahan ekologi di sekitar kita nah itu belum ada,” jelas Siti.

Enesis Group, Soffell

Cegah DBD, Enesis Group dan Soffell Geber Kampanye Promotif Asean Dengue Day 2026

Enesis Group dan Soffell menggandeng Kementerian Kesehatan menggelar program "Asean Dengue Day 2026", guna mendukung upaya promotif-preventif Pencegahan DBD di Indonesia.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut