Penelitian: 51 Persen Warga Jabodetabek Usia di Bawah 40 Tahun Alami Kesepian
- Pixabay
Temuan lain dari studi ini adalah terkait dengan status perkawinan. Sebanyak 60 persen penduduk Jabodetabek yang belum menikah atau janda dan duda mengalami kesepian derajat sedang hingga berat, dimana risikonya juga secara statistik sangat bermakna yaitu mencapai satu setengah kali lipat.
“Kondisi status perkawinan ternyata ketika dihubungkan dengan derajat kesepian menunjukkan adanya hubungan dengan jenis kelamin perempuan. Jadi perempuan memang lebih rentan untuk mengalami kesepian bila mereka tidak menikah, paling tidak ini terlihat dari analisis univariat yang dilakukan penelitian ini,” ujarnya.
Lebih lanjut Dr Ray mengungkapkan, penggunaan kuesioner UCLA Loneliness Scale sudah sering dipakai untuk mendapatkan penggambaran skala kesepian di komunitas di berbagai negara, sehingga kuesioner ini dapat dipertanggung- jawabkan secara ilmiah.
Meskipun demikian, menurut dr Ray, tentunya hasil ini tidak 100 persen merepresentasikan kondisi secara umum tapi cukup kuat untuk mendapatkan indikasi derajat kesepian, agar menjadi bahan acuan, diskusi dan rekomendasi bagi masyarakat, tenaga kesehatan dan pemerintah untuk mencari solusi bahwa kesepian itu terjadi di masyarakat kita dan perlu diatasi dengan sejumlah langkah cepat.
“Salah satu rekomendasi HCC berdasarkan studi literatur menunjukkan efektivitas dari ruang public yang ramah interaksi sudah diterapkan di berbagai negara di Eropa dan Amerika. Hasil studi ini diharapkan bisa menjadi pemantik diskusi pentingnya kesehatan jiwa di Indonesia,” ujar dia.
