Isu Wolbachia yang Jadi Sorotan di Akhir Tahun 2023
- VoxPop
Pemilihan wilayah itu berdasarkan analisis insiden dengue, kepadatan penduduk, keterwakilan wilayah, dan komitmen kepala daerah.
Ilustrasi nyamuk
- Pixabay
Ditolak di Bali
Program pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui metode penyebaran nyamuk Wolbachia sudah dilepas ke beberapa provinsi, termasuk Bali. Sayangnya, program yang dicanangkan oleh Kemenkes ini mendapat penolakan di Pulau Dewata.
Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya secara tegas menolak pilot projects penyebaran 200 juta telur nyamuk Wolbachia yang rencananya akan disebar di Kota Denpasar dan Singaraja Bali.
Namun sayangnya, Mahendra Jaya tidak menjelaskan secara saintifik alasan penolakan tersebut. Dia hanya menegaskan bahwa penolakan tersebut dilakukan karena pilot projects penyebaran telur nyamuk Wolbachia ini belum disosialisasikan kepada masyarakat luas sehingga terjadi banyak penolakan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr. Maxi Rein Rondonuwu, turut mengomentari mengenai penolakan tersebut.
Menurutnya, sosialiasi terkait nyamuk Wolbachia di Bali memang cenderung kurang.
Terlebih menurut Maxi, program nyamuk Wolbachia ditangani oleh salah satu donatur sehingga koordinasi antara dinas dan lapangan dinilai masih kurang. Terkait hoax yang beredar, Maxi mengatakan, Kemenkes akan terus berupaya memberi informasi yang baik dan benar.
Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Soroti Wolbachia
Siti Fadilah Supari
- Istimewa
Siti Fadilah Supari juga ikut berkomentar terkait dengan inovasi teknologi nyamuk wolbachia ini. Dalam channel YouTube miliknya, menyuarakan tentang program penyebaran nyamuk Wolbachia di Indonesia yang buat khawatir Ekolog.
Wanita yang pernah terjerat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan untuk penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan ini menjelaskan bagaimana nyamuk yang dipakai merupakan nyamuk yang dapat menyebarkan demam berdarah cikungunya dan zika.
"Nyamuk yang dipakai itu adalah aedes aegypti, aedes aegypti adalah jenis nyamuk yang dia bisa menularkan demam berdarah, dia juga bisa menularkan cikungunya. Cikungunya dan demam berdarah bisa ditularkan pada pagi sampai sore, tetapi kalau zika itu juga bisa ditularkan oleh aedes aegypti itu pada malam hari. Dengan klaim mereka, nyamuk itu sudah direkayasa genetika dan sudah disuntikan wolbachia, artinya sudah tidak bisa lagi membawa virus-virus demam berdarah dan tidak bisa membawa virus zika," katanya.
