Obesitas Pengaruhi Libido, Ini Alasannya Kamu Harus Turunkan Berat Badan
- Pexels/Andres Ayrton
VoxPop Lifestyle – Apakah Kamu kelebihan berat badan dan tidak dapat menikmati kehidupan seks sebagaimana mestinya? Inilah sederet pertanyaan yang kerap terlintas perihal mengapa obesitas mempengaruhi libido dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.
Obesitas atau kelebihan berat badan sering disamakan dengan “tidak sehat”. Meskipun perbincangan seputar kepositifan tubuh telah membuat orang mengatasi kesulitan yang ditimbulkan oleh label-label ini, kita tidak dapat menyangkal bahwa hal ini masih menimbulkan risiko kesehatan.
Kamu tidak perlu mengkhawatirkan penampilan, namun kamu perlu mempertimbangkan risiko kesehatan yang ditimbulkannya. Salah satu dampak terbesar obesitas terhadap kesehatan kamu adalah ketidakseimbangan hormon, yang dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan dan rendahnya gairah seks adalah salah satunya.
Ternyata benar adanya, jika tubuh terlalu Jadi tubuh terlalu obesitas dapat mempengaruhi libido, dan berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentangnya dihimpun dari berbagai sumber.
Ilustrasi gairah seksual/bercinta.
- Stocksnap
Benarkah Obesitas Pengaruhi Libido?
Obesitas merupakan faktor risiko banyak masalah kesehatan, termasuk kesehatan seksual Anda. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam RBGO Gynecology and Obstetrics menemukan bahwa wanita yang mengalami obesitas mengalami hubungan seksual yang kurang menyenangkan dengan orgasme yang lebih sedikit dan gairah yang lebih rendah. Singkatnya, mereka dilaporkan kurang puas dengan pasangannya.
Pengertian Libido
Libido sendiri merujuk pada dorongan seksual atau hasrat seksual seseorang. Ini adalah keinginan atau minat untuk terlibat dalam aktivitas seksual. Libido dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya, dan juga dapat berfluktuasi dalam satu individu seiring waktu.
Meskipun libido sering kali dikaitkan dengan hasrat seksual fisik, itu juga bisa dipengaruhi oleh faktor psikologis, emosional, dan sosial. Misalnya, stres, kecemasan, depresi, konflik hubungan, dan faktor-faktor kehidupan sehari-hari lainnya dapat mempengaruhi tingkat libido seseorang.
Penting untuk dicatat bahwa tingkat libido yang sehat dapat bervariasi secara signifikan antara individu-individu, dan tidak selalu ada "tingkat normal" yang berlaku untuk semua orang.
Namun, jika seseorang merasa bahwa tingkat libido mereka mengganggu kehidupan mereka atau hubungan mereka, atau jika mereka mengalami perubahan yang signifikan dalam hasrat seksual mereka, maka bisa bermanfaat untuk mencari dukungan dari profesional kesehatan atau terapis seksual.
