Benarkah Tidak Sarapan Lebih Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan? Cek Faktanya di Sini!

Berat badan.
Sumber :
  • Times of India

Jakarta, VoxPop – Banyak orang yang sengaja melewatkan sarapan karena percaya cara tersebut dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat. Anggapan ini semakin populer seiring meningkatnya tren puasa intermiten dan berbagai metode diet yang membatasi waktu makan. 

img_title Tak Perlu Diet yang Menyiksa, Ikuti Secara Konsisten Tips Mudah Menurunkan Berat Badan

Tak sedikit pula yang memilih langsung minum kopi atau hanya mengonsumsi air putih di pagi hari dengan harapan angka di timbangan segera turun.

Meski demikian, apakah tidak sarapan benar benar menjadi strategi yang efektif untuk menurunkan berat badan? Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jawabannya tidak sesederhana itu. 

img_title Masih Banyak yang Skip, Padahal Sarapan Penting Buat Kesehatan, Ini Faktanya!

Efektivitas melewatkan sarapan sangat bergantung pada pola makan secara keseluruhan, jumlah kalori yang dikonsumsi, hingga kemampuan seseorang mempertahankan kebiasaan tersebut dalam jangka panjang. Berikut fakta ilmiah yang perlu Anda ketahui, sebagaimana dilansir dari Harvard Health Publishing, Jumat, 26 Juni 2026.

Fakta tentang tidak sarapan untuk menurunkan berat badan

img_title Tak Perlu Stop Makan Nasi, Ini Ragam Jenis Beras yang Bisa Jadi Pilihan saat Diet

1. Tidak sarapan memang bisa membantu mengurangi asupan kalori

Melewatkan sarapan dapat membuat total kalori yang masuk ke tubuh menjadi lebih sedikit. Karena waktu makan berkurang, sebagian orang secara alami mengonsumsi makanan lebih sedikit sepanjang hari.

Inilah alasan mengapa beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang tidak sarapan mengalami penurunan berat badan, meski selisihnya relatif kecil dibanding mereka yang tetap sarapan.

2. Penurunan berat badan tidak selalu signifikan

Walaupun ada penelitian yang menunjukkan berat badan dapat turun saat tidak sarapan, hasilnya tidak terlalu besar. Bahkan, beberapa studi menyebut penurunan tersebut hanya berkisar setengah kilogram lebih banyak dibanding kelompok yang rutin sarapan.

Artinya, melewatkan sarapan bukanlah cara instan untuk mendapatkan berat badan ideal. Hasilnya juga bisa berbeda pada setiap orang.

3. Total kalori harian tetap menjadi faktor utama

Kunci utama menurunkan berat badan tetap berada pada defisit kalori, yaitu ketika kalori yang dibakar lebih banyak daripada yang dikonsumsi.

Jika Anda tidak sarapan tetapi kemudian makan berlebihan saat makan siang, ngemil terus sepanjang sore, atau mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak di malam hari, maka manfaat melewatkan sarapan bisa hilang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut