Gak Boleh Dipendam, Rasa Marah Bisa Memicu Gaya Hidup Tidak Sehat

Ilustrasi pria marah/emosi.
Sumber :
  • Freepik/nakaridore

VoxPop Lifestyle - Rasa marah atau benci kepada seseorang biasanya timbul seiring dengan rasa sakit hati yang sudah terpendam. Dalam fase ini, memaafkan pun jadi sulit karena emosi yang sedang berapi-api dalam diri seseorang.

img_title Naik Kereta Api Bisa Bantu Kurangi Stres, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pada dasarnya, rasa marah adalah kondisi emosional dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Ketika rasa marah dipendam terlalu lama, otak akan mengeluarkan hormon kortisol yang menjadi penyebab stres.

Padahal, memendam amarah atau sakit hati pada orang lain juga tidak baik bagi kondisi kesehatan mental dan fisik. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Tak Perlu Liburan Mahal, Ini 7 Cara Menghilangkan Stres yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ilustrasi marah.

Photo :
  • Pexels/gratisography.com

Ditambah lagi, orang yang sedang memendam rasa marah sering kali melampiaskannya pada hal-hal lain agar dirinya merasa tenang.

img_title Redam Api Amarah dengan Amalkan Doa dan Cara Mengendalikannya Agar Hati Kembali Tenang

Beruntung jika bisa mengalihkan pikiran dan perasaannya pada hal yang positif, namun jika melampiaskan pada hal yang negatif seperti minum minuman keras, makan tidak teratur, hingga merokok dan narkoba justru akan merugikan diri sendiri.

"Setiap orang punya kemampuan stres manajemen dan support system. Seseorang bisa mengatur stres, dendam, dan marah yang berlebihan,” jelas dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, Spesialis Kedokteran Jiwa, dalam tayangan program Hidup Sehat tvOne, Selasa 16 April 2024.

Ilustrasi pria stres atau marah.

Photo :
  • Pixabay

“Kalau dibiarkan, akan bertumpuk dan dia cari cara mengatasi stres tersebut. Jalan instan yang dipilih biasanya dengan minuman keras, narkoba, merokok, dan junk food," tambahnya.

Lebih parah lagi, ketika seseorang tidak dapat mengatur emosi atau marah dalam dirinya, maka ia akan melampiaskan pada hal yang menyakiti diri sendiri seperti menyayat tangan, memukul-mukul diri sendiri, atau bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

"Ada juga self harm, nonton porno, scrolling berlebihan. Ketika hal itu dilakukan, dalam otak keluar zat dopamin yang secara instan memberikan ketenangan. Tapi cuma sementara dan tidak menyelesaikan dasar masalahnya apa," papar dr. Lahargo.

Ilustrasi pria marah

Photo :
  • Pixabay

Setelah melewati fase tersebut dan rasa tenangnya mereda, justru orang yang melampiaskan pada hal-hal negatif itu dapat merasakan perasaan bersalah yang mendalam akibat sudah menyakiti dirinya sendiri.

Oleh sebab itu, ahli kesehatan jiwa tersebut sangat menyarankan agar masyarakat mengenali betul dirinya sendiri agar bisa mengatur emosi yang dirasakannya.

"Maka belajar manajemen stres dan punya support sytem dari lingkungan sekitar," tambahnya.

Ilustrasi kerja.

Ternyata Ini 7 Kebiasaan Orang yang Jarang Stres di Tempat Kerja, Tetap Produktif Tanpa Burnout

Mengapa ada orang yang tetap tenang di kantor? Ternyata mereka menerapkan 7 kebiasaan sederhana yang membantu mengurangi stres kerja dan mencegah burnout.

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut