Tips Jaga Kesehatan Jemaah Haji Jelang Pulang ke Indonesia
- MCH 2023
VoxPop Lifestyle – Penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M sudah memasuki fase pemulangan. Jemaah haji Indonesia diimbau untuk terus menjaga kesehatan sembari menunggu jadwal kepulangan ke Tanah Air.
Kabid Kesehatan pada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dr. Indro Murwoko mengimbau jemaah untuk membatasi aktivitas keluar hotel.
Apalagi, lanjutnya, jemaah dengan kondisi kesehatan risiko tinggi (risti) dan lanjut usia (lansia). Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.
“Saran kami jemaah risti untuk membatasi aktivitas keluar jika kondisi kesehatannya memang tidak memungkinkan. Sebab kita tahu bahwa eksposur kegiatan di Armuzna (tinggi), mereka sangat lelah. Biasanya proses infeksi dan penurunan kondisi ketahanan tubuh itu fasenya sekarang,” sebut dr Indro di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah.
Tim Kesehatan jemaah haji
- Kemkes
Dokter Indro mengingatkan, anggapan bahwa menghabiskan sisa waktu di Tanah Suci untuk memperbanyak beraktivitas tanpa mempedulikan kondisi kesehatan adalah keliru.
Bahkan, hal itu justru bisa membahayakan.
“Kita sudah sampaikan kepada tenaga kesehatan di kloter agar jemaah risti bisa terus dipantau. Kalau kondisinya tidak fit dan memungkinkan terjadinya hal yang buruk dari sisi kesehatan, bisa dicegah untuk tidak beraktivitas di luar kondisi kesehatannya,” pesan dr. Indro.
Bagaimana dengan jemaah yang tidak masuk kategori risti?
Dokter Indro menjelaskan, dari data yang ada, tidak tertutup kemungkinan kondisi-kondisi yang ekstrem juga bisa mempengaruhi jemaah yang muda dan relatif ada penyakit sejak di Indonesia, meski tidak berat.
Kesiapan obat-obatan dan alat kesehatan saat puncak ibadah haji
- kemkes.go.id
Dia lalu mengingatkan bahaya dehidrasi terhadap penurunan kondisi kesehatan.
“Faktor dehidrasi, mungkin kita tidak terasa, tapi kemudian ada gangguan elektrolit lalu serangan jantung,” pesannya.
Karena itu, dr. Indro meminta jemaah non risti untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan dalam beraktivitas.
Selain itu, mereka juga harus tetap memakai alat pelindung diri.
“Tetap bawa minum, semprotan air, penutup muka, dan segala macam. Artinya, upaya-upaya kita untuk mengurangi kondisi dehidrasi,” sebutnya.
“Apabila memiliki obat-obatan yang biasa diminum, agar tetap dijaga. Apabila ada kekurangan agar berkomunikasi dengan tenaga kesehatan yang ada, minta. Karena stop obat juga akan bisa memunculkan kondisi kesehatan yang fatal,” tandasnya.
