Ngeri! 6 Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita Masyarakat Indonesia

Ilustrasi kanker
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop LIFESTYLE – Kanker jadi penyakit yang ditakuti banyak orang bahkan disebut juga sebagai silent killer. Di Indonesia, kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama setelah penyakit jantung. Di mana jutaan kasus baru didiagnosis setiap tahunnya.

img_title Rambut Beruban Ternyata Bisa Jadi Tanda Tubuh Melawan Kanker? Ini Temuan Studi Terbaru

Tahukah bahwa kanker memiliki beragam jenis dengan pemicu yang berbeda-beda. Sehingga pentingnya mengenali berbagai kanker sebagai langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini.

Mengutip laman SehatNegeriku milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut beberapa deretan jenis kanker yang paling banyak di Indonesia.

img_title Sambut Hari Anak Nasional 2026, Ada Buku Pendamping Psikososial Hadir untuk Menguatkan Anak Pejuang Kanker

Ilustrasi kanker payudara.

Photo :
  • http://blogaksesbisnis.blogspot.com

1. Kanker Payudara

img_title Hal-hal yang Bisa Dilakukan untuk Mendukung Anak Pejuang Kanker

Kanker payudara menempati urutan pertama sebagai kanker terbanyak dengan pada wanita. Gejalanya meliputi benjolan di payudara, perubahan bentuk payudara, dan keluarnya cairan dari puting susu.

Faktor risiko kanker ini meliputi usia, riwayat keluarga, gaya hidup, dan mutasi genetik dapat meningkatkan peluang terkena kanker ini. Perempuan dapat melakukan deteksi dini dengan mammogram dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

2. Kanker Leher Rahim

Kanker serviks menyerang bagian leher rahim perempuan yang disebabkan oleh virus HPV. Langkah pencegahan dilakukan melalui pemberian vaksinasi HPV dan Pap smear secara rutin untuk membantu menurunkan risiko terkena kanker ini. Gejala kanker serviks, yaitu perdarahan vagina abnormal dan keputihan berbau menyengat. Jika hal itu terjadi sebaiknya segera periksa ke dokter.

Ilustrasi kanker serviks.

Photo :
  • iStockphoto.

3. Kanker Kolorektal

Kanker ini menyerang usus besar dan rektum yang umumnya menyerang kalangan usia 50 tahunan ke atas. Faktor risiko kanker kolorektal meliputi pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan obesitas dapat meningkatkan peluang terkena kanker ini.

Sementara itu,gejala yang ditimbulkan adalah perubahan pola buang air besar, darah pada tinja, dan sakit perut. Cara mendeteksi jenis kanker ini melalui kolonoskopi dapat meningkatkan peluang kesembuhan.

4.Kanker Paru-paru

Kanker paru merupakan penyebab kematian utama di Indonesia, khususnya pada pria. Faktor risiko yang membuat seseorang makin rentan adalah merokok, paparan polusi udara, asap rokok, dan riwayat keluarga. 

Beberapa gejala yang ditimbulkan dari kanker paru-paru antara lain batuk kronis, batuk berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Berhenti merokok dan menghindari asap rokok merupakan langkah pencegahan terbaik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut