Ade Rai Bongkar Alasan Kenapa Banyak Orang Malas Terapkan Hidup Sehat
- IG @ansperformanceindonesia
Contoh nyata terlihat dalam praktik puasa selama bulan Ramadhan. Saat puasa dijalankan sebagai bentuk ibadah, tubuh secara alami menyesuaikan diri. Menurut Ade, puasa menjadi lebih mudah dijalani karena sistem saraf pusat atau central nervous system kita bekerja dengan persepsi positif terhadap puasa. Jika puasa dianggap sebagai bahaya, tubuh akan berada dalam kondisi fight or flight, di mana stres memicu tubuh untuk menolak perubahan pola makan.
Ade Rai juga menjelaskan bahwa puasa memiliki peran penting di tahun 2024 ini, di mana masalah kesehatan lebih banyak disebabkan oleh kelebihan makan dibanding kekurangan. Puasa adalah strategi yang efektif untuk mencapai defisit kalori, yang berdampak positif pada kesehatan. Konsep defisit kalori ini, di mana kalori yang masuk lebih sedikit dibandingkan yang dikeluarkan, dapat dicapai dengan berpuasa.
“Secara praktis, puasa membantu mengatur waktu makan. Dalam sehari, orang biasanya hanya tidak makan selama tidur sekitar 6–8 jam atau 30 persen dari 24 jam. Dengan menambah waktu tidak makan menjadi 12–16 jam, seperti tidak makan pagi atau makan terakhir pada malam hari, jendela makan berkurang hingga 50 persen, yang memudahkan tubuh mencapai defisit kalori,” bebernya.
Dalam menjalankan puasa, Ade Rai juga menekankan pentingnya memerhatikan asupan makanan. Pada saat berbuka, kita perlu mengatur pola makan yang terdiri dari tiga prinsip. Apa saja?
“Kontrol karbohidrat, yaitu konsumsi karbohidrat perlu dikendalikan, karena kebanyakan orang sering mengonsumsinya berlebihan. Kedua, prioritas protein, di mana protein harus menjadi prioritas, mengingat konsumsi protein biasanya masih kurang. Terakhir, selektif terhadap kemak, yaitu pilih lemak sehat dan hindari lemak yang berlebihan,” tukasnya.
Ketiga strategi tersebut menurut Ade, dapat diterapkan dalam jendela makan yang lebih pendek saat berpuasa, sehingga menjadikan puasa sebagai management timing, bukan sekadar diet.
Menurut Ade Rai, tubuh kita akan beradaptasi selama puasa. Di awal, mungkin kita merasa lapar, namun seiring waktu tubuh mulai memanfaatkan lemak sebagai sumber energi. Proses ini disebut from carb-dependent to fat-adapted, di mana tubuh beralih dari karbohidrat ke lemak sebagai cadangan energi.
