Makan Salmon Mentah Bisa Sebabkan Resistensi Antibiotik?

Ilustrasi Salmon
Sumber :
  • freepik.com/lifeforstock

Jakarta, VoxPop – Pengguna media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar seorang wanita mengalami resisten antibiotik. Awalnya wanita tersebut didiagnosis dengan infeksi saluran kencing. Dokter kemudian mengharuskannya untuk dirawat di rumah sakit.

img_title Resep Gulai Kepala Salmon yang Mudah Dibuat di Rumah dengan Rasa Restoran Bintang Lima, Cocok untuk Menu Buka Puasa

Saat perawatan tersebut, sejumlah obat yang diberikan tidak berdampak signifikan terhadap kondisinya. Padahal dia juga sudah diberikan antibiotik untuk masalah infeksi yang dialami.

Wanita itu kemudian menjalani pemeriksaan dan diketahui dirinya mengalami resistensi antibiotik. Perempuan ini dinyatakan resistensi terhadap lima antibiotik, yaitu Quinupristin/Dalfopristin, Erythromycin, Ciprofloxacin, Levofloxacin, dan Tetracycline. Dari kejadian itu, dia menduga penyebab resistensi antibiotik akibat keseringan makan ikan salmon mentah di sushi.

img_title Salmon Berbahaya

"Jadi ternyata asupan hobi makan salmon ini bahaya banget especially kalau anggap remeh gak cek sumber salmonnya dari mana, farmed atau wild. Nah hari gini semua salmon murah itu harus cek ulang, apakah itu benar-benar sehat atau tidak? Salmon itu hewan liar. Jika diternak, stress dan harus makan pelet supaya survive sampai dipanen. Nah pakan pelet itu biasanya mengandung antibiotik," kata wanita tersebut berbagi cerita di akun TikToknya beberapa bulan lalu.

Ilustrasi Salmon mengandung Omega-3

Photo :
  • Pixabay/ idkjm123
img_title Perbaiki Otot Usai Olahraga, Ini Makanan Bernutrisi Tinggi yang Direkomendasikan

Kasus yang dialami oleh wanita tersebut juga sempat membuat dr. Ayman Alatas angkat bicara. Dalam podcastnya bersama Gritte Agata baru-baru ini, dijelaskan oleh dirinya ada kemungkinan bahwa makan banyak salmon mentah resisten antibiotik. Dijelaskannya, ada penelitian di Surabaya, ditemukan adanya penggunaan antibiotik dalam proses peternakan tersebut yang kadang jumlahnya melebihi batas. Ayman menjelaskan, penggunaan antibiotik yang kadang jumlahnya melebihi batas ternyata bisa meninggalkan residu antibiotik pada tubuh hewan ternak tersebut.

"memang ada kemungkinan bisa, ada penelitian dan sudah dilakukan di Indonesia di Surabaya di Indonesia di daging. Tapi kalau di luar negeri itu ikan, unggas. Jadi mereka dalam proses peternakan diberikan antibiotik yang kadang jumlahnya melebihi batas. Si antibiotik itu mungkin ada sisa di jaringan dagingnya," jelasnya.

Diungkapnya, residu antibiotik yang ada di jaringan daging di hewan ternak tersebut ternyata tidak bisa hilang. Sehingga ketika seseorang memakan daging tersebut sama seperti dia memakan antibiotik tanpa disadarinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut