Makan Salmon Mentah Bisa Sebabkan Resistensi Antibiotik?
- freepik.com/lifeforstock
"Saat proses pemasakan residu antibiotik tadi tidak hilang. Jadi saat masuk ke dalam tubuh seperti kita makan antibiotik tapi dosisnya enggak jelas. Sehingga bakteri-bakteri di pencernaan, itu jadi ada antibiotiknya mereka beradaptasi supaya tahan. Jadinya si bakteri belajar dan resisten terhadap antibiotik tersebut. Itu tanpa kita sadari," ujar dia.
Dia menambahkan, residu antibiotik yang menempel pada jaringan tubuh hewan itu juga ternyata tidak bisa hilang dengan proses pemasakan. Alhasil ketika mengonsumsi makanan mentah yang sudah terkontaminasi dengan residu antibiotik secara tidak sadar kita juga ikut memasukkan antibiotik ke dalam tubuh.
“Bedanya sama residu antibiotik ini enggak hilang dengan proses pemasakannya, tidak menciptakan efek langsung seperti keracunan makanan. Tubuh kita enggak berasa, akan silent diem aja. Nanti bakteri dalam tubuhnya ini yang resisten terhadap residunya. Mungkin kita enggak merasakan sakit dalam waktu dekat tapi efek jangka panjangnya bahaya,” ujarnya.
Pria yang tengah menjalani masa PPDS di mikrobiologi RSCM Jakarta ini menjelaskan bahwa resistensi antibiotik itu bukan tubuh yang kebal terhadap antibiotiknya melainkan bakteri yang kebal terhadap antibiotik tersebut.
"Perlu dipahami dulu, antibiotik itu untuk membunuh bakteri. Kalau infeksinya virus atau jamur obatnya bukan antibiotik. Perlu dipahami juga resitensi antibiotik itu bukan tubuh kita yang kebal terhadap antibiotiknya. Saat kita sakit terinfeksi bakterinya, yang kebal bakterinya," jelasnya.
Tak hanya dari situ saja, re sistensi antibiotik juga kata dia bisa terjadi lantaran ulah kita menggunakan antibiotik yang tidak bijak. Dia mencontohkan masih banyak masyarakat di tanah air yang menggunakan antibiotik secara bebas tanpa pengawasan dokter.
"Kadang antibiotik itu dianggap obat dewa, pilek dikit minum antibiotik, apalagi oknum yang bisa beli bebas. Padahal antiobiotik itu obat keras, harus resep dokter setelah konsultasi dengan dokter. Penggunaan tidak bijak meningkatkan resistensi antibiotik tadi, misalnya pasien tidak ada infeksi bakteri yang tadinya baik-baik aja bisa belajar dari antibiotik jadinya resisten," jelasnya.
