Antisipasi Penularan PMK pada Ternak, Kementerian Pertanian RI Gelontorkan 170 Ribu Dosis Vaksin untuk HRP di Bali

Vaksinasi PMK di Sentra Pembibitan Ternak Sapi Sobangan Bali
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Maha Liarosh (Bali)

Bali, VoxPop – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda mengatakan, resiko kematian ternak akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terbilang rendah, yaitu 2%.

img_title Pertarungan Sengit 2 Jam 45 Menit, Isaac Becroft Sabet Gelar Juara M-15 Bali

Akan tetapi PMK harus ditangani serius pasalnya, penularannya sangat agresif dan membawa implikasi yang kompleks jika terlambat ditangani.

Sementara itu, di Pulau Bali, per 1 Agustus 2022, dalam status zero case reported kasus PMK. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Kawal Kasus Main Hakim Sendiri di Tabanan, KemenHAM Dorong Penyelesaian Konflik Berbasis Prinsip HAM

Akan tetapi, kata Agung pemerintah harus memperhatikan dan tetap menyusun strategi untuk melakukan upaya maksimal agar Bali tetap mampu mempertahankan status zero case PMK itu.

“Kita beri perhatian karena Bali adalah salah satu daerah sumber sapi yang bisa mengirim ternak ke semua wilayah,” kata Agung, di Denpasar, Rabu, 15 Januari 2025.

img_title Polisi Bongkar Dugaan Tempat Asusila Berkedok Spa di Seminyak Bali

Salah satu upaya yang diintensifkan kata Agung dengan mempercepat program vaksinasi terhadap Hewan Rentan PMK (HRP), terutama sapi. Pada 2025 ini, pemerintah mengalokasikan 4 juta dosis vaksin dan 170 ribu dosis dialokasikan untuk Bali.

“Kemarin sudah masuk 17 ribu dosis yang akan digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di bulan Januari. Teknis penyalurannya sudah dirumuskan Distanpangan Bali,” jelasnya.

Agung Suganda menambahkan, 4 juta dosis vaksin diprioritaskan pada daerah yang masuk zona merah penularan PMK. Zona merah ini mencakup daerah sumber ternak sapi dengan lalu lintas cukup tinggi yaitu 6 provinsi di wilayah Jawa, Lampung, NTB dan Bali.

Selain melalui vaksinasi, terdapat beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk menghindari merebaknya kembali PMK di Bali, antara lain meningkatkan biosekuriti dan manajemen pemeliharaan, menghentikan penyebaran virus di sumbernya melalui pemotongan bersyarat, serta melakukan pengawasan ketat terhadap mobilitas ternak yang masuk ke Bali.

Ia berharap, Bali bisa jadi role model bagi daerah lain dalam upaya penanganan dan pengendalian PMK. Lebih dari itu, jika bisa mempertahankan zero case, ia optimis Bali akan secepatnya masuk dalam zona hijau penularan PMK.

Agung Suganda minta dukungan dan seluruh komponen untuk menyukseskan program vaksinasi PMK. Peternak diminta tidak ragu mengikutsertakan hewan peliharaan mereka untuk divaksin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut